Apa sih Skizofrenia itu?


FOTO DARI SETH DOYLE VIA UNSPLASH

Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan gangguan pada pikiran, emosi dan perilaku. Meskipun memiliki gangguan yang sama, setiap orang dengan skizofrenia memperlihatkan gejala yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan skizofrenia bersifat unik di masing-masing penderitanya. Seseorang dengan skizofrenia tentu berbeda dari orang lain dengan skizofrenia. Data Kementerian Kesehatan tahun 2016 menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat 21 juta orang dengan Skizofrenia (ODS). Gangguan skizofrenia terkadang dapat muncul pada masa anak-anak, namun lebih sering muncul pada remaja akhir atau awal dewasa. Lantas, apa sih hal yang membuat seseorang didiagnosis dengan gangguan ini? ODS dapat menunjukkan beberapa gejala yaitu gejala positif, gejala negatif, gejala disorganisasi dan tingkah laku.

Delusi dan halusinasi adalah gejala positif pada orang dengan skizofrenia

Gejala positif merupakan gejala yang muncul pada orang dengan skizofrenia, namun tidak muncul di individu pada umumnya. Gejala ini terdiri dari delusi dan halusinasi. Delusi merupakan kepercayaan yang tidak sesuai dengan realita. Kepercayaan ini cenderung dipegang kuat oleh ODS meskipun tidak ada bukti yang mendukung kepercayaan tersebut. Beberapa bentuk dari delusi adalah:

  1. Grandiose delusions: percaya bahwa dirinya punya kekuatan, kemampuan, dan kepintaran yang berlebihan.
  2. Thought insertion: percaya bahwa pikiran yang bukan milikinya telah dimasukkan ke dalam kepalanya oleh sumber eksternal.
  3. Thought broadcasting: percaya bahwa pikiran yang ia miliki disiarkan sehingga diketahui oleh orang lain.
  4. Ideas of reference: menggabungkan kejadian tidak penting menjadi pola pikir berkhayal & memaknai kegiatan biasa orang lain sebagai sesuatu yang personal.
  5. Percaya bahwa kekuatan lain mengendalikan perasaan dan perilaku dirinya.

Sedangkan pada bentuk gejala positif yang kedua, yaitu halusinasi, dapat dialami seseorang dalam bentuk pengalaman panca indera seperti suara dan sentuhan tanpa adanya stimulus. Aktivitas lebih pada area Broca, penghubung lobus dalam otak disinyalir menjadi penyebab halusinasi.

Selain gejala positif, terdapat pula gejala negatif 

Gejala negatif mencakup:

  1. Avolition: kurangnya motivasi dan minat atau mempertahankan diri pada rutinitas seperti sekolah, pekerjaan, hobi yang ditekuni, bersosialisasi dengan orang lain, dan rutinitas lainnya.
  2. Anhedonia: kehilangan minat/penurunan kenikmatan yang dirasakan. Orang dengan skizofrenia mengalami defisit pada kesenangan yang diharapkan pada kejadian-kejadian yang belum terjadi, namun tidak pada kejadian saat ini. Contohnya ia kurang bisa membayangkan bahwa mendapatkan nilai 100 ketika ujian akan sangat menyenangkan bagi dirinya sendiri.
  3. Alogia: adanya pengurangan signifikan pada jumlah kata-kata yang diucapkan. Orang dengan skizofrenia cenderung tidak terlalu banyak berbicara.
  4. Asociality: sulitnya membina hubungan sosial, memiliki ketrampilan sosial yang rendah, tidak berminat pada kehadiran orang lain.
  5. Blunted Affect: kurangnya ekpresi emosi yang ditunjukkan pada orang lain. Akan tetapi ia tetap merasakan emosi, bahkan lebih dari orang tanpa skizofrenia

Baca Juga: Merawat Orangtua dengan Demensia

Gejala lainnya adalah gejala disorganisasi dan tingkah laku

Skizofrenia
FOTO OLEH YNS PLT VIA UNSPLASH

Gejala disorganisasi memiliki dua bentuk yaitu pada cara berbicara dan perilaku

  1. Disorganized Speech: masalah pada mengatur ide dan cara bicara untuk dipahami oleh orang lain. Hal ini berhubungan dengan: 1) loose associations/derailment: bisa berkomunikasi dengan baik dengan pendengar namun sulit menetap pada satu topik saja, 2) ada masalah pada executive functioning.
  2. Disorganized Behavior:kehilangan kemampuan mengatur perilakunya & menyesuaikan perilaku terhadap standar masyarakat, kesulitan melakukan tugas sehari-hari.

Sedangkan gejala tingkah laku terdiri dari katatonia yaitu  melakukan gerakan jari tangan, lengan yang aneh dan rumit secara berulang-ulang, dan catatonic immobility, yaitu menunjukkan postur tidak biasa dan mampu mempertahankan hal tersebut dalam jangka waktu yang lama. Gejala ini dapat dikurangi dengan pemberian obat pada proses motorik yang terganggu

Apa yang harus kita lakukan ketika orang terdekat memiliki ciri-ciri ini?

Punya kenalan atau merasa memiliki ciri-ciri yang sama? Tenang dan jangan panik. Untuk menyebut seseorang memiliki gangguan skizofrenia, diagnosis tersebut harus ditegakkan oleh profesional seperti psikolog atau psikiater. Hal ini melalui proses pengamatan dan tatap muka secara berkala dan melalui proses tidak tiba-tiba. Kontak psikolog di kotamu dan buatlah janji temu. Selain itu, kamu juga dapat berkonsultasi melalui psikolog diRiliv lho!

REFERENSI

Kring, A. M., Johnson, S. L., Davison, G. C., & Neale, J. M. (2013). Abnormal psychology. Singapore: Wiley.

Hipnoterapi solusi alternatif untuk Psikosomatik


Gangguan Psikosomatik, Merasa Sakit Tapi Ternyata Masalah Jiwa

– detikHealth

 

 

Jakarta – Anthony eksekutif muda berusia 34 tahun itu sudah hampir satu tahun merasakan keluhan penyakit yang sering berpindah-pindah. Dia mengeluh merasa pegal-pegal, badannya terasa tidak enak, perut terasa penuh dan mual serta sering merasa seperti keluar keringat dingin. Anthony juga sering merasa dadanya sesak bila bernapas.

Anthony bercerita bahwa ia pernah berobat di bagian penyakit dalam dan telah dilakukan beberapa tes bahkan sampai melakukan CT-Scan dan MRI namun dinyatakan hasilnya semua dalam batas normal.

Anthony tentunya tidak percaya hal tersebut karena dia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Teman-temannya mengatakan mungkin dia stres dengan pekerjaan, tapi Anthony selalu menyangkal hal itu.

Oleh sejawat dokter ahli penyakit dalam, Anthony disarankan untuk datang ke psikiater khususnya yang bergerak di bidang psikosomatik karena mungkin ada problem psikis yang melatarbelakangi keluhannya. Anthony sempat kesal karena saran itu, dia berkata, “Memangnya saya gila Dok?!”.

Hal itu dikarenakan dia merasa kehidupannya baik-baik saja. Bilapun ada masalah, Anthony memang cenderung lebih menyimpannya sendiri dan tidak pernah membicarakan dengan orang lain bahkan dengan istrinya sekalipun. “Saya memang biasa menyimpan apapun kekesalan dan kemarahan saya sendiri,” ujarnya kepada dokter penyakit dalamnya.

Keluhan Psikosomatik

Kasus seperti di atas sebenarnya sering ditemukan di praktek dokter umum dan spesialis. Pasien dengan keluhan fisik yang sangat banyak dan sering berganti-ganti setiap minggunya, biasanya datang pertama kali ke tempat praktek dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam.

Dokter biasanya akan memeriksa fisik pasien dengan keluhan seperti ini dan menyarankan beberapa tes penunjang. Tapi hampir tidak pernah ditemukan kelainan fisik yang mendasari keluhannya. Begitu juga dengan hasil tes penunjang seperti laboratorium, radiologi (rontgen, CT-Scan atau MRI) atau bahkan sampai endoskopi, tidak ditemukan kelainan pada pasien.

Bila sudah begini biasanya dokter umum atau spesialis lain akan merujuk pasien dengan keluhan seperti ini untuk datang ke psikiater supaya dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut. Namun tentunya tidak mudah meminta pasien untuk menuruti saran ini.

Beberapa di antaranya malah merasa bahwa dokternya tidak mampu mengobati dirinya. Selanjutnya pasien akan mencari dokter lain untuk mencoba mengobati ‘penyakitnya’ ini. Tidak heran pasien biasanya memiliki rekam medik yang sangat tebal dan mempunyai beberapa dokter sekaligus.
Gangguan Kejiwaan

Dalam bidang kesehatan jiwa, gangguan psikosomatik sebenarnya termasuk dalam bagian gangguan somatoform. Gangguan ini ditandai dengan adanya suatu keluhan fisik yang berulang yang disertai dengan permintaan pemeriksaan medis, meskipun sudah berkali-kali dilakukan dan hasilnya normal. Setidaknya pun ada gangguan fisik maka gangguan tersebut berbeda atau tidak dapat menjelaskan keluhan yang dikemukakan pasien. Jelasnya gangguan psikomatik adalah gangguan fisik yang diakibatkan masalah-masalah kejiwaan.

Biasanya gejala ini ada hubungannya dengan konflik dan perkembangan psikologis dari pasien, namun pasien biasanya menolak gagasan adanya hubungan antara penyakit yang diderita dengan problem atau konflik kehidupannya. Bahkan bila ditemukan adanya tanda depresi atau kecemasan pada pasien, pasien tetap menolak adanya hubungan tersebut.

Gangguan ini juga sering ditimbulkan pada pasien dengan gangguan kecemasan yang sangat seperti pada gangguan panik. Gejala jantung berdebar sangat sering dikeluhkan oleh pasien gangguan panik. Selain itu juga sering mengalami sesak napas. Kondisi ini juga meresahkan pasien karena ketika diperiksa ternyata tdak terdapat kelainan dalam organ tubuh pasien.

Apa Yang Harus Dilakukan ?

Pasien atau keluarga pasien yang mengalami hal ini dapat segera datang untuk bertemu dengan psikiater. Penjelasan tentang bagaimana mekanisme stres berpengaruh ke fungsi tubuh akan membantu pasien dalam memahami gangguan Psikosomatik yang dideritanya saat ini.

Walaupun dalam pemeriksaan klinis dan penunjang tidak didapatkan keluhan, pasien dengan keluhan ini mengalami suatu disfungsi di sistem saraf pusat terutama di sistem saraf otonom dan jaras hipotalamus pituitary adrenal (HPA Axis). Kondisi ini telah diteliti oleh ilmuwan di Amerika Serikat dan memang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secara umum.

Pengobatan dengan pendekatan psikoterapi dan penggunaan obat dengan dosis yang tepat dan dalam jangka waktu tertentu akan membantu pasien menghadapi keadaan gangguan Psikosomatiknya dan akhirnya dapat berfungsi secara baik kembali.

Agar doa dikabulkan gunakan Law Of Attractions


Terkabulnya doa “The Law of attraction”

24 Januari 2014   10:10 Diperbarui: 24 Januari 2014   10:10

1 0 0

Hukum alam (The Universal Laws) atau Sunnatullah adalah sebuah hukum yang telah ditetapkan oleh pencipta tentang bagaimana alam ini berjalan. Hukum alam menyangkut fisik dan non fisik. Hukum fisik lebih mudah diobservasi untuk menemukan kebenarannya, contoh; Hukum Fisika, kimia dsb telah banyak dirumuskan dan difahami oleh manusia, Sedangkan hukum non fisik, Psichology dsb yang banyak menyangkut aspek spiritual dan emosi juga menganut hukum tertentu sebagaimana hukum2 fisika dan kehidupan manusia di dalamnya. Tetapi hukum ini belum banyak dirumuskan manusia secara ilmiah

Salah satu hukum alam non fisik yang populer saat ini adalah “The Law of attraction”

(Hukum tarik menarik), yang dipopulerkan kembali oleh Rhonda Byrne melalui film dan buku best seller ”the secret”. Studi dari The Law of Attraction telah menyebabkan ribuan orang mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. law of attraction mengupas banyak hal tentang keterikatan manusia dengan semesta yang saling terkoneksi. singkatnya Bahwa apa yang kau pikirkan dengan fokus, apa yang kau minta dengan tulus, harapan2 yang kau panjatkan pada “kekuatan alam semesta” itulah yang akan kau tarik masuk dalam hidupmu.

Contoh :

– jika Thomas Alfa Edison tidak pernah memikirkan sebuah bola kecil yang bisa mengeluarkan cahaya, mungkin kita tidak akan pernah merasakan terangnya lampu

-bila kita berfikir sakit meski badan kita sehat sehat saja maka kitapun benar2 lemah dan rapuh

– secara kebetulan bertemu dengan seseorang yang terlintas dalam ingatan beberapa hari lalu atau secara kebetulan mengalami hal2 yang pernah terlintas dalam fikiran,

– serta tak terhingga jumlahnya orang2 yang rajin tirakat, puasa senin kamis, shalat tahajud dll akhirnya benar-benar tercapai apa yang dinginkan. Coba anda survay disekililing anda

Elizabet Towne mengatakan: “Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya tarik-menarik (undangan) nya sendiri.

Didalam dunia islam (sufi) hal ini bukanlah sesuatu yang asing. Bahwa Manusia adalah “alam shagir” (alam kecil)yang selalu berkoneksi dengan “alam kabir” atau semesta. so bila kita berfikir positif Terhadap Allah sebagai Pencipta dan inti dari daya/energi yang menggerakkan semesta, maka Dia pun akan bereaksi positif sesuai apa yang kita sangkakan sebagaimana hadits :Aku bersama sangkaan hambaku padaku (HR Bukhori).

 

Aku bersama sangkaan hambaku padaku, jika sangkaannya baik maka baiklah baginya, dan jika sangkaannya buruk maka buruklah baginya (HR Ahmad)

Beberapa bahasan dalam the secret

 

Bagaimana agar hukum tarik menarik bekerja sesuai dengan konsepnya, maka terdapat hal2 yang musti ada;

Percaya

Ketika kita tidak yakin bahwa harapan/doa kita tidak didengar dan diperkenankan olehNYA maka hati kita menjadi gundah dan resah, sehingga menghambat kerja hukum tarik-menarik. Karena itu yang diperlukan adalah keyakinan bahwa doa kita didengar dan diperkenankan olehNya.

setiap diri kita sebenarnya memiliki sebuah database yang super lengkap. database ini berisi segala sesuatu yang tersedia di alam semesta, beraneka ragam, keragamannya tidak terbatas. Apapun yang kita minta semuanya tersedia. Dengan jumlah persediaan yang tidak pernah habis. Kita tinggal membuka database dan memesan apapun yang kita inginkan (Joe vitale)

Allah telah berfirman dalam AlQuran: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (QS.Alghafir:60).

Tawakkal/berserah diri

Setelah kita memanjatkan harapan-harapan dengan segenap kepercayaan, maka biarkan “Semesta” meresponnya (the secret)

Dalam hal seperti ini. Berperasaan baik adalah hasil dari sikap berserah diri, menyerahkan segala keputusan kepada Allah. Allah lebih tahu mana yang baik untuk kita, maka berserah dirilah.

………..barangsiapa yang bertawakkal (baca:berserah diri) kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah adalah dzat yang menuntaskan urusanNya. Sesungguhnya Allah telah menjadikan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (QS AtTalaq:3).

syukur

Syukur adalah ajaran mendasar dari ajaran-ajaran guru besar sepanjang sejarah.

Dalam buku The Getting rich, ditulis oleh Wallace Wattles,1910, syukur adalah bab terpanjang. The Secret menggunakan syukur sebagai bagian dari harapan mereka

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrohim :7).

sodaqoh
Berderma memberikan uang akan mendatangkan lebih banyak uang ke dalam hidup anda. Ketika anda bermurah hati dengan uang dan berperasaan senang untuk berbagi dengan orang lain, sebenarnya anda berkata dalam benak “Saya masih punya banyak uang”. Inilah kuncinya dan anda akan menarik lebih banyak lagi dari Semesta.(the secret, 2006).

Karena itu anda tidak perlu heran dengan rahasia keajaiban sodaqoh yang banyak diungkap oleh ustd. Yusuf Mansyur.

Dalam hal ini Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik niscaya akan dilipatgandakan(pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak(QS.Alhadiid:18)

Kapan waktunya doa kita dikabulkan? sesungguhnya alam semesta merupakan semacam ”buffering” tempat segala harapan dan permintaan kita, semua permintaan akan tertampung dan cepat atau lambat terkabulnya doa tergantung dari kualitas variabel2 diatas.

Tetapi The Secret, Rhonda Byrne, maupun Law Of Attraction, Michael J. Lossier hanya membahas hasrat atau cita-cita. Tidak mendiskusikan take action atau ikhtiar. Dimana keberhasilan tidak datang tanpa usaha, sedangkan usaha tidak akan berhasil tanpa adanya ”keberuntungan” ataupun ”nasib baik” dimana ke-2 hal tsb (keberuntungan/nasib baik) hanya Tuhan yang mampu memberikanya, dan itulah batasan yang dibahas oleh the secret.

Agar tidak salah faham tentang ’kekuatan semesta” dan ”Kekuatan Tuhan”, berikut tulisan saya sebelumnya

Tidak Lama Lagi Trend bisnis akan beralih ke OnLine


Mengendalikan marah menurut Islam


Marah adalah salah satu sifat buruk yang ada pada diri manusia. Di samping dapat merusak jiwa, marah juga dapat mengganggu kesehatan raga. Sudah banyak penelitian yang menguatkan adanya hubungan kebiasaan marah dengan gangguan jantung.

Seseorang yang sering marah atau marah sudah menjadi gaya hidupnya akan sangat rentan terkena gangguan pada jantung. Oleh karena itu, pantas jika banyak ayat Alquran dan hadis yang menyuruh mengendalikan amarah.

Menurut Alquran, kemampuan mengendalikan amarah (al- Kaazhimiin al-Ghaidh) merupakan salah satu ciri orang bertakwa (QS Ali Imran [3]: 134). Nabi Muhammad SAW beberapa kali dimintai nasihat oleh seorang laki-laki. Beberapa kali juga beliau menjawab, “Janganlah engkau marah” (HR Bukhari).

Kekuatan seseorang, menurut Rasulullah SAW, tidak diukur dari kekuatan fisiknya, tapi lebih karena kemampuannya mengendalikan amarah. Sebagaimana sabdanya, “Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, melainkan orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah (HR Bukhari dan Muslim).

Nabi SAW juga tidak hanya menyuruh mengendalikan amarah, tetapi juga memberi motivasi (targhib) bagi orang yang dapat melakukannya. Menurut Rasulullah SAW, jika seseorang mampu mengendalikan amarahnya, maka ia akan terhindar dari siksa Allah SWT dan pada gilirannya akan dimasukkan ke surga-Nya. Hal tersebut dikuatkan oleh hadis, “… Barang siapa yang mampu menahan amarahnya, Allah akan menahan siksa- Nya” (HR ath-Thabrani). “Kendalikanlah marah, maka kamu akan masuk surga” (HR ath-Thabrani).

Mengendalikan marah artinya mengelola potensi marah sehingga berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Prosesnya mirip dengan imunisasi. Potensi marah ibarat vaksin (virus yang dilemahkan). Ketika vaksin disuntikkan, tubuh tidak menghindar, tapi justru melawan dengan antibodinya sehingga menjadi kebal. Sehingga, ketika suatu saat tubuh terinfeksi oleh virus sejenis, ia tidak akan terpengaruh oleh bahaya virus tersebut karena sudah kebal.

Demikian juga dengan mengendalikan amarah. Potensi marah tidak dihindari, tapi dikelola melalui berpikir positif. Marah tidak dilampiaskan, tetapi ditahan. Upaya ini akan menghasilkan kekebalan jiwa terhadap potensi marah. Sehingga, jika sekali waktu potensi marah sejenis hadir, maka tidak akan membangkitkan marah, bahkan mungkin akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ini artinya penyakit marah sembuh.

Model mengatasi marah di atas berbeda dengan cara kebanyakan ilmuwan Barat dalam mengatasi keadaan marah. Sigmund Freud, seorang psikoanalisis, mengatakan bahwa kemarahan tidak boleh ditahan, tapi harus disalurkan. Menurutnya, emosi (kemarahan) yang tertahan dapat menyebabkan ledakan emosi berlebihan. Maka dari itu, diperlukan sebuah penyaluran atas emosi yang tertahan (katarsis).

Berdasarkan pengalaman, cara mengatasi marah seperti itu tidak mengobatinya, tapi hanya menurunkannya untuk sementara. Artinya, ketika kemarahan disalurkan, tensinya akan turun, bahkan akan hilang. Namun, jika satu saat sumber kemarahan itu ada lagi, kemarahan pun akan bangkit kembali. Wallahu a’lam.

Terapi Dari Pemarah jadi Peramah


Tips Sabar Dan Mengendalikan Kemarahan 

Dari sebuah tulisan Ajahn Brahm, dikatakan bahwa: Semakin sering kita melampiaskan nafsu dan amarah, semakin besar kecenderungan batin untuk mengulanginya.

Begitupula, semakin sering kita melatih atau mengembangkan sati (perhatian murni/ kewaspadaan), cinta kasih, kesabaran, pengendalian diri, konsentrasi, usaha benar, perbuatan baik melalui pikiran, ucapan dan jasmani, dan semua kualitas batin yan baik lainnya; maka semakin besar pula kecenderungan batin untuk mengulanginya tanpa disengaja alias alami. Tampaknya, akumulasi kebiasaan bisa membentuk karakter dan karakter menentukan kebahagiaan dan masa depan.

Ada beberapa tips untuk mengendalikan kemarahan:

1. Bangun KOMUNIKASI bukan kemarahan.

Tegas tapi bukan kebencian. Berorientasi pada tujuan (goal oriented) dengan cara yang bijak, taktis dan cerdik.
Contoh: Saat menghadapi kriminal/ penjahat yang mengancam keselamatan dan tidak bisa diajak kompromi, kita boleh membentaknya untuk menakuti atau menghalau mereka, tanpa kebencian. Kalau terpaksa “melumpuhkannya”, hanya sekedar “melumpuhkannya” tanpa kebencian atau niat jahat.

2. Kembangkan SATI (perhatian/kewaspadaan), perenungan Dhamma, atau WELAS ASIH setiap saat.

Mengembangkan SATI, melaksanakan Vipassana Bhavana, penuh kesadaran terhadap gerak-gerik jasmani dan batin (perasaan & pikiran) yang timbul lenyap dan berubah-ubah seenaknya, tidak memuaskan, tidak bisa diandalkan, bukan diri, bukan kita, bukan milik kita; semata fenomena dengan sifat, prilaku dan kondisi penunjangnya sendiri yang khas dan alami (anicca, dukkha, anatta).

3. MEMAKLUMI

bahwa kita dan para makhluk pada umumnya masih diliputi kegelapan batin AVIJJA dlm bentuk LOBHA (keserakahan, kehausan), DOSA (kebencian) dan MOHA (ketidaktahuan, kelengahan). Juga dengan mengingat bahwa sesungguhnya semua makhluk diliputi penderitaan,anicca, dukkha dan anatta; diharapkan kita bisa menumbuhkan welas asih, rasa MAHA MAKLUM dan pengampunan atas “keanehan, ke-tidakmasukakal-an” yang ada pada mereka.

4. Mengingat BUDI BAIK atau kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan orang yang sedang membuat kita marah.

5. Mengingat AKIBAT BURUK dari kemarahan, baik pada diri sendiri, orang yg kita cintai, bahkan juga musuh kita. (Akibat buruk di masa sekarang maupun yang menanti di masa depan)

6. YONISO MANASIKARA

mengarahkan pikiran pada hal-hal yang bermanfaat dan positif, tidak memberi perhatian atau mengingat hal-hal yang menimbulkan kemarahan, merenungkan Tilakkhana, Berkah Utama dan 8 Kondisi Duniawi (Note: Sabar dan memiliki batin yang tak mudah tergoncangkan oleh suka duka, untung rugi, dipuji dicela, terkenal tak terkenal termasuk berkah utama)

7. Diam/berkata dg intonasi yang lembut, dan memancarkan metta karuna, dapat meredakan kemarahan seseorang.

Setidaknya bertahan untuk diam, menunda mengambil keputusan yang “gegabah” saat sedang marah, membuat kita tidak menyesal kemudian.

8. Merenungkan sifat mulia Buddha, Dhamma, Sangha seperti kebijaksanaan sempurna, welas asih, kesabaran dan pengampunan tanpa batas, kebajikan dan kelurusan atau kemurnian tanpa cela, dsb.

9. Merenungkan bahwa diri sendiri dan setiap makhluk adalah pewaris karmanya masing-masing.

Laksana orang yang baru sembuh dari penyakit menahun atau yang baru terbebas dari hutang setelah sekian lama, kemudian dia bersorak, bersyukur, merasa gembira, lega, bersemangat untuk melakukan hal-hal bermanfaat yang selama ini ingin ia kerjakan, bersemangat untuk memulai kembali segalanya dengan cara yg lebih cerdik, bijak, dan waspada; begitulah hendaknya kita bersikap saat menghadapi akibat karma buruk yang tengah berbuah*.

10. Merenungkan bahwa setiap makhluk suatu hari pasti akan mati.

11. Bergaul dengan para bijaksana, gemar belajar dan mencintai Dhamma.

12. Melatih ANAPANASATI (untuk melatih kekuatan kewaspadaan/ sati dan konsentrasi/ samadhi) dan/ atau metta bhavana.

Dalam Kayagatasati Sutta dikatakan bahwa melakukan perenungan terhadap badan jasmani (termasuk bermeditasi ANAPANASATI) bila dikembangkan akan menghasilkan banyak buah, diantaranya mampu sabar menahan kata-kata kasar.

Seandainya suatu hari kita terlanjur marah, jangan kecil hati dan jangan gelisah karena itu. Karena yang pasti kita sudah lebih baik dari hari-hari kemarin. Berbahagialah. Yang penting minta maaf dan bertekad tidak mengulangi perbuatan tersebut, serta hendaknya kita tetap mempertahankan ketenangan batin & konsentrasi, serta mengembangkan WELAS ASIH untuk tetap… MAJU TERUS… memanfaatkan setiap momen dengan mengasihi, berbagi, berkarya dan berlatih.

PERAMPOK2 DI JALAN TUHAN


Para perampok di Jalan Tuhan

Oleh JALALUDDIN RAKHMAT

“Sects and Errors are synonymous. If you are a peripatetic and I am a
Platonist, then we are both wrong, for you combat Plato only because
his illusions offend you, and I dislike Aristotle only because it
seems to me that he doesn’t know what he’s talking about”—Voltaire,
Philosophical Dictionary.

“Aku tidak bisa melepaskan diri dari bayangan guruku. Ia masuk dalam
mimpi-mimpiku. Pada suatu malam aku pernah terbangun. Aku duduk dalam
lingkaran. Di situ ada guruku, Nabi Muhammad, Tuhan, dan Yesus.
Guruku menyebutku Hafshah, salah seorang istri Nabi Muhammad. Aku
pernah melihat Nabi Muhammad datang kepadaku; memanggilku dengan
mesra. Pendeknya, kemudian terjadilah pergaulan suami-istri antara
Hafshah dan Nabi Muhammad. Beberapa saat setelah itu, aku baru sadar
bahwa Hafshah itu aku dan Nabi Muhammad itu adalah guruku itu,”
Helen, bukan nama sebenarnya, mengadukan nasibnya kepadaku.

Helen sarjana dan profesional. Ia cerdas dan kaya. Ketika ia mulai
tertarik pada hal-hal spiritual, kawannya membawanya ke pengajian
tasawuf. Ia diperkenalkan kepada seorang ustad. Bukan ustad terkenal.
Tampaknya ustad itu tidak mengisi pengajian umum. Ia memusatkan
pengajarannya pada komunitas khusus dengan tema khusus. Di seluruh
alam semesta, hanya dia yang mempunyai pengetahuan khusus, ilmu
makrifat. Ia mau berbagi ilmu makrifat itu hanya kepada manusia-
manusia pilihan yang ingin berjumpa dengan Tuhan. Dengan mengamalkan
ritus-ritus tertentu—berzikir, berpuasa, dan bersemadi—Helen berhasil
melihat Tuhan. Berkali-kali sesudah itu, ia mengalami “trans”. Ia
bukan hanya berjumpa dengan Tuhan. Ia juga dapat berkencan dengan
para nabi.

Makin “dalam” pengalaman rohaniahnya, makin bergantung dia kepada
sang ustad. Helen yang cerdas kehilangan daya kritisnya ketika ia
mendengar kalimat-kalimat gurunya. Ia berikan apa pun yang
dimintanya, mulai waktu, uang, kendaraan, rumah, sampai
kehormatannya. Ia sudah menjadi `sujet’ di hadapan juru hipnotis.
Semua dilakukannya di bawah sadar, sampai ia disentakkan oleh salah
satu kuliah psikologi. Sebuah buku dengan judul “Saints and Madmen”
menyadarkan dia bahwa gurunya dan juga dia bukan orang suci, tapi
orang gila. Ia bukan mengalami pengalaman rohaniah, tapi gangguan
mental. Sayangnya, kesadaran itu muncul setelah ia kehilangan banyak.

Tak terhitung banyak orang seperti Helen. Manusia modern yang jenuh
dengan materialisme gersang. Ia merindukan pengalaman rohaniah. Ada
yang kosong dalam jiwanya. Kekosongan itu tidak bisa diisi dengan
seks, hiburan, kerja, bahkan ajaran-ajaran agama yang dianut oleh
kebanyakan masyarakat. Ia ingin `getting connected’ dengan Yang
Ilahi. Ia sudah kecapaian dengan logika dan angka. Ia ingin
meninggalkan dunia yang dingin dan kusam menuju alam yang hangat dan
cemerlang. Ia ingin mendapat—sebut saja—pencerahan rohaniah. Ia tidak
mendapatkannya dalam institusi-institusi agama.

Dalam kerinduan spiritual itu, muncullah guru. Ia menawarkan
pengalaman rohaniah yang “instan”. Kalau kamu sudah kecapaian dengan
logika dan angka, masuklah bersama guru ke dalam dunia rasa dan
percaya. Bunuh rasionalitas dan tumbuhkan spiritualitas (seakan-akan
keduanya bertentangan). Dengan memanipulasi ajaran-ajaran esoterik
dalam setiap agama, guru menegaskan—sambil mengutip Rumi—”di negeri
cinta, akal digantung”.

Kalau akal sudah digantung, terbukalah peluang bagi guru untuk
memanipulasi pikiran para pengikutnya. Aku menemukan bahwa teknik-
teknik menggantung akal yang dilakukan para guru itu sepenuhnya
melaksanakan nasihat Dostoyevsky dalam “The Brother of Karamazov”:
Ada tiga kekuatan, dan hanya tiga, yang dapat menaklukkan dan
melumpuhkan semangat para pemberontak ini. Yang tiga itu ialah
mukjizat, misteri, dan otoritas. Tentu saja hampir tidak ada di
antara para guru itu yang membaca Dostoyevsky.

Mukjizat sebenarnya adalah kumpulan dari halusinasi, ilusi, dan
delusi. Guru menciptakannya dengan “merusak” otak pengikutnya melalui
ritual yang aneh-aneh. Salah satu teknik yang paling populer dan
paling efektif adalah pengurangan waktu tidur (sleep deprivation),
apalagi bila dibarengi dengan tidak makan (food deprivation). Dalam
keadaan normal, otak kita mensintesiskan “pil tidur alamiah”
sepanjang waktu bangun kita. Sesuai dengan ritme biologis, kita tidur
pada waktu malam. Karena deprivasi tidur, pil tidur alamiah itu
berakumulasi dan bermetabolasi menjadi produk-produk beracun. Lalu
timbullah mula-mula gangguan mood—pergantian antara euforia dan
depresi. Menyusul gangguan mata yang menimbulkan halusinasi (melihat
cahaya dan benda-benda bergerak), delusi, dan puncaknya disorganisasi
pikiran (sederhananya, gangguan jiwa). Seperti pengurangan tidur,
guru juga menciptakan pengalaman rohaniah dengan upacara, seperti
latihan masuk kubur, gerakan kolektif yang berulang-ulang, atau
penggunaan obat-obat kimiawi. Murid mengira mereka mengalami
pengalaman gaib. Ahli neurologi menyebutnya kerusakan otak (brain
damage).

Karena pengalaman rohaniah yang mereka alami, mereka merasa dibawa ke
alam gaib. Di sekitar kehidupan guru berkumpul berbagai misteri. Guru
pemilik ilmu-ilmu yang sangat rahasia. Guru malah mengembangkan
bahasa sendiri. Istilah-istilah agama diberi makna baru. Perjalanan
bersama guru adalah perjalanan menyingkap tirai-tirai kegaiban. Murid
tidak bisa menyingkap rahasia itu tanpa bimbingan guru. Seperti kata
Dostoyevsky, dengan menggabungkan mukjizat, misteri, dan otoritas,
bertekuklah jiwa-jiwa kritis ke kaki sang Pembawa Pencerahan.

Helen sekarang sadar bahwa ia telah jatuh kepada perampok di jalan
Tuhan. Hati-hati, dalam perjalanan menuju pencerahan jiwa, Anda akan
disabot oleh apa yang disebut Jean Marie-Abgrall sebagai Soul-
Snatchers, para pencuri jiwa. Helen masih berjuang menyembuhkan luka-
luka jiwanya; sebenarnya kerusakan dalam otaknya. Aku menganjurkan
dia untuk berobat ke psikiater. Ia menolaknya.

Lama aku kehilangan Helen. Secara kebetulan, aku menemuinya dalam
satu acara. Aku menanyakan mengapa ia tidak lagi mengontak aku. Ia
menarik aku ke tempat sepi. Dengan muka yang penuh ketakutan, ia
berbisik: gurunya sudah tahu bahwa ia telah melaporkan keadaannya
kepadaku. Ia mendapat ancaman. Ia diperingatkan agar memutuskan semua
hubungan dengan masyarakat di luar komunitasnya.

Bersamaan dengan hilangnya Helen, Juliet Howell, peneliti sufisme
urban, muncul lagi di hadapanku. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu,
ia mewawancaraiku perihal tasawuf di masyarakat kota. Waktu itu aku
menyelenggarakan kelas-kelas tasawuf di daerah elite. Kali ini ia
bertanya tentang pengalamanku membina tasawuf. Ia juga bertanya
tentang yayasan kajian tasawuf yang aku kelola. Aku bilang aku sudah
tidak lagi berurusan dengan tasawuf. Ia bertanya tentang muridku yang
paling “sufi”. Aku jawab,” Ia sudah mencapai makrifat setelah belajar
dikuburkan hidup-hidup”. Howell mendesak bagaimana caranya membedakan
gerakan tasawuf yang benar dengan gerakan para perampok di jalan
Tuhan. “Gunakanlah ukuran UUD dan UUS,” jawabku, “apabila Anda
menemukan gerakan itu ujung-ujungnya duit atau ujung-ujungnya seks,
Anda sudah disimpangkan dari jalan Tuhan. Ada dua juga yang
membedakan saints dengan madmen: bila setelah mendapat pengalaman
rohaniah, Anda merasa diri Anda rendah dan bergairah untuk
menyebarkan kasih ke seluruh alam, Anda adalah orang suci. Bila Anda
merasakan diri Anda lebih saleh daripada semua orang dan Anda hanya
bergairah untuk mengasihi guru Anda, Anda adalah orang gila. Anda
sudah masuk perangkap Soul-Snatchers. Gitu aja, kok repot!”.

Program Ulang Pikiran Bawah Sadar

%d blogger menyukai ini: