Arsip Kategori: Informasi

Perbaiki Takdir Saat Laylat Al-Qadar


 

Kata ‘ qadr ‘memiliki, menurut Quraish Shihab (1992), minimal tiga arti. Pertama , ‘penetapan dan pengaturan’ sampai Laylat Al-Qadar dimaknai sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan manusia. Kedua , ‘kemuliaan’, dimana malam tersebut menjadi mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an dan merupakan titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Lalu arti ‘ qadr ‘selanjutnya adalah ‘sempit’; malam itu menjadi sempit karena banyaknya malaikat, termasuk pemimpin mereka Jibril, turun ke bumi.

Berdasarkan ketiga pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa Laylat Al-Qadr adalah malam dimana Allah menugaskan malaikat-malaikat melakukan berbagai hal untuk mempersiapkan manusia-manusia yang terpilih agar dapat terbina dengan baik sehingga dipastikan mampu mencapai kemuliaan dunia-akhirat di masa depan sebagaimana yang telah ditetapkan-Nya.

Kehadiran para malaikat ini menemukan manusia-manusia terpilih dalam sudut pandang Imam Al-Ghazali berdasarkan penjelasan Syaikh Muhammad Abduh adalah sebagai berikut:

“Malaikat turun pada Laylat Al-Qadr menemukan orang yang telah mempersiapkan diri untuk menyambutnya dan malaikat kemudian memposisikan diri sebagai pendamping sampai jiwa orang tersebut akan selalu terdorong untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Jiwanya akan selalu merasakan salam (rasa aman dan damai) yang tidak terbatas sampai fajar Laylat Al-Qadr saja, melainkan sampai akhir hayat menuju fajar kehidupan baru di hari kemudian (akhirat) nanti. ”

Bagaimana cara mempersiapkan diri menjadi manusia terpilih sebagaimana tersebut di atas? Siti Aisyah ra berkata, ” Adalah Nabi Saw bersungguh-sungguh di puluhan (Ramadhan) yang akhir, apa yang tidak dikerjakan di puluhan yang lain. “ (HR Muslim).

Berbagai hadis shahih meriwayatkan bahwa pada sepuluh bilangan terakhirRamadhan; Rasul Saw senantiasa menghidupkan malam, mengembangkan segenap keluarga untuk shalat malam, tidak berhubungan badan dengan istri-istri beliau, dani’tikaf di mesjid (TM Hashbi Ash-Shiddieqy, 2000).

Menghidupkan malam dimulai dengan memelihara penegakan shalat Isya berjamaah di mesjid sebagaimana termaktub dalam hadis berikut:

‘ Barang siapa mengrjakan shalat Isya dengan berjamaah di bulan Ramadhan, maka ia sungguh telah memperoleh lailatul qadar ‘ (Diriwayatkan Abu Sayikh Al-Ashahani dari Abu Hurairah ra).

Nah, bagi Anda yang karena terlampau luber ‘mengisi bensin’ di saat berbuka hingga hari-hari kemarin sering terlewatkan berjamaah Isya apalagi Tarawih; berjuanglah untuk menekan nafsu makan dan jangan sia-siakan sepuluh malam terakhir Ramadhan untuk memperoleh saham keberkahan Laylat Al-Qadar tahun ini yang sudah di depan mata.

Kemudian masih dalam konteks perburuan Laylat Al-Qadar ini, Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra:

” Adalah Nabi Saw mengembangkan keluarganya di puluhan akhir bulan Ramadhan dan Nabi Saw mengembangkan pula semua anak kecil dan orang dewasa yang sanggup shalat. “

Abu Dzar menambahkan (TM Hashbi Ash-Shiddieqy, 2000) bahwa Nabi Saw mengerjakan shalat malam bersama para sahabat pada malam-malam ke-23, 25, dan 27; serta khusus membangunkan keluarganya pada malam ke-27.

Metode lain yang dicontohkan oleh Rasul Saw untuk menangkap Laylat Al-Qadr adalahI’tikaf di mesjid sebagaimana yang diriwayatkan Al-Bukhari dari Abu Sa’id:

” Barang siapa yang beri’tikaf bersamaku, maka akan beri’tikaf lagi pada sepuluh hari yang terakhir. “

Fakta i’tikaf adalah duduk di dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.Jika tidak dimaksudkan secara khusus, maka tidak termasuk I’tikaf . Lantas kapan waktu yang tepat?

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Siti Aisyah ra bahwa, ” Adalah Nabi Saw bila hendak melakukan i’tikaf beliau shalat fajar. Sesudah itu barulah ia masuk ke dalam tempat (pribadi) i’tikafnya. “ (Subulus Salam VI: 241).

Imam Asy Syafi’i yang disepakati juga oleh ketiga imam lainnya dan sebagian besar ulama mentakwilkan hadis di atas bahwa Nabi Saw masuk ke mesjid untuk i’tikaf pada awal malam namun baru masuk ke tempat ber khalwat (menyendiri) setelah shalat Subuh. Jadi bagi yang berniat melakukan i’tikaf pada sepuluh akhir Ramadhan hendaknya memulai pada saat sebelum terbenamnya matahari di hari ke-19 atau 20 dan mengakhirinya sesudah terbenam matahari di malam terakhir Ramadhan atau sebelum shalat Ied.

Ketika Allah Swt mengilhamkan ke dalam hati bahwa kita telah ‘mendapatkan’ Laylat Al-Qadar , maka doa apa yang sebaiknya kita panjatkan saat itu? Saat istri beliau Siti Aisyah ra menanyakan hal yang sama, Rasul Saw menunjukkan doa berikut:

‘ Rabbana atina fil al-dunya hasanah wa fi al-akhirati khasanah wa qina adzab al-nar ‘

(‘Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka’).

Al Fatihah obat segala penyakit


Seluruh umat muslim seharusnya tidak akan pernah sakit, karena setiap hari selalu membaca surat Al-Fatihah sebagai obat segala penyakit jasmani dan rohani, yakni minimal 17x (17 rakaat sholat wajib 5 waktu), apalagi apabila ditambah dg sholat pelengkap (12 rakaat rowatib) dan 2 waktu lainnya (8 rakaat dhuha dan 8 rakaat lail/tahajud + 3 rakaat witir) serta tambahan 2 rakaat sholat sunnah lainnya (kalau ditotal tidak lebih dari 50 rakaat per hari).

Insya Allah, apabila surat Al Fatihah dibaca dengan benar dengan pengertian dan khusyu’, kita akan selalu sehat.

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Surah al Fâtihah adalah obat dari segala penyakit.”

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, “Sesungguhnya semua yang ada dalam Alquran terdapat dalam al Fâtihah, dan semua yang ada dalam al Fâtihah terdapat dalam Basmalah…”

“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (al Fâtihah) dan Alquran yang agung.”
(Q.S. al Hijr [15]: 87)

Untuk memperdalam pengertian surat Al Fatihah, sbb:

“Al-Fatihah adalah Media antara Aku dan hamba-Ku”

Suatu hari Rasulullah saw bersabda,
“Allah telah berfirman (dalam sebuah hadis qudsi): Aku bagi surah Al-Fatihah antara Aku dan hamba-Ku. Setengahnya untuk-Ku dan sebagian yang lain untuk hamba-Ku. Dan akan Ku-kabulkan apa-apa yang dimohon oleh hamba-Ku.

Apabila hamba-Ku berkata,
‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,’ maka Allah Azza wa Jalla menjawab, ‘Hamba-Ku telah memulai dengan menyebut nama-Ku. Dan karenanya Aku berhak untuk menyempurnakan segala perkaranya serta memberkati seluruh keadaannya.’

Apabila hamba-Ku berkata, ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta,’ maka Allah Azza wa Jalla berkata, ‘Hamba-Ku telah memuja-Ku; dia tahu bahwa nikmat yang ada di sisinya adalah dari-Ku dan bencana yang dijauhkan darinya adalah lantaran kasih sayang-Ku. Ku-persaksikan kepada kalian bahwa kini Aku tambahkan nikmat-nikmat akhirat di samping nikmat-nikmat dunia; dan akan Ku-jauhkan darinya bencana-bencana akhirat sebagaimana Ku-jauhkan darinya bencana-bencana dunia.’

Apabila hamba-Ku berkata, ‘(Allah) Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,’ maka Allah Azza wa Jalla berkata, ‘Hamba-Ku telah menyaksikan-Ku bahwa Aku-lah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang; kini Ku-persaksikan kepada kalian bahwa Aku akan penuhi nasib hidupnya dengan rahmat-Ku, dan akan Ku-karuniai hayatnya dengan pemberian-pemberian-Ku.’

Apabila hamba-Ku berkata, ‘Maliki yaumiddin, Yang Menguasai hari Pembalasan,’ maka Allah Azza wa Jalla berkata, ‘Kupersaksikan kepada kalian sebagaimana yang diakuinya bahwa Aku-lah yang berkuasa pada hari pembalasan itu, dan akan Ku-permudah hisabnya pada hari hisab kelak serta akan Ku-maafkan segala kesalahannya.

Apabila hamba-Ku berkata, ‘Iyyaka na’budu, hanya Engkaulah yang aku sembah,’ maka Allah Azza wa Jalla berkata, ‘Hamba-Ku benar ketika dia menyembah-Ku. Kini Ku-persaksikan kepada kalian bahwa Aku akan berikan kepadanya ganjaran karena ibadahnya sehingga orang-orang yang tidak sama sepertinya akan merasa iri kepadanya.’

Apabila hamba-Ku berkata, ‘Wa iyyaka nasta’in, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan,’ maka Allah Azza wa Jalla berkata, ‘Hamba-Ku telah minta pertolongan dari-Ku dan kembali kepada-Ku. Kini Ku-persaksikan kepada kalian bahwa Aku akan menolongnya dalam setiap urusannya; Aku akan membantunya dalam kesulitan-kesulitannya dan akan Ku-ulurkan tangan-Ku kepadanya pada saaat dukanya.’

Apabila hamba-Ku berkata, ‘ihdinas sirathal mustaqim shiratal ladzina an ‘amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim wa ladhdholin, tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat,’ maka Allah Azza wa Jalla berkata, ‘Bagian ini untuk hamba-Ku. Mereka berhak mendapatkan apa yang mereka mohonkan. Aku telah kabulkan permohonan hamba-Ku; Aku telah berikan kepadanya apa yang diharapkannya. Aku telah menyelamatkannya dari apa yang dia mohonkan dengan perlindungan-Ku.’ “

(Sumber: Buku Dialog-Dialog Sufi, Husein Shahab)

Akhirnya harus kembali ke yg pertama


poligami

Seorang pria yang sukses hidupnya, memiliki empat orang istri. Ketika ajalnya menjelang tiba, dia memanggil istri keempatnya ke sisi ranjangnya, istrinya yang paling baru dan paling muda.

“Jelitaku,” kata si pria, terpikat oleh sosoknya yang legendaris, “dalam satu-dua hari lagi aku akan meninggal dunia. Setelah kematian, aku akan kesepian tanpa dirimu. Maukah engkau ikut bersamaku?”

“Tidak mau!”jawab si gadis termasyhur itu.”Aku akan tetap di sini. Aku akan berdoa saat pemakamanmu, tetapi tidak lebih dari itu.” Dan dia bergeqas keluar dari kamar suaminya.

Penolakan istrinya itu laksana tikaman di hati si pria. Dia telah mencurahkan begitu banyak perhatian kepada istri termudanya. Dia begitu bangga terhadapnya sehingga dia selalu memilihnya sebagai pendamping dalam setiap acara penting. Istri keempatnya telah memberi martabat bagi si pria pada usia tuanya. Mengejutkan sekali menemukan kenyataan bahwa si istri ternyata tak mencintainya sebesar cinta yang dia berikan kepadanya.

Tetap saja, dia masih punya tiga istri lagi, jadi dia memanggil istri ketiganya yang dinikahinya saat dia separuh baya. Dia telah berjuang begitu keras untuk menggaet istri ketiganya. Dia sangat mencintai istri ketiga yang telah memberinya banyak kebahagiaan. Dia adalah seorang perempuan menarik yang didambakan oleh semua pria; dia pun adalah seorang perempuan yang sangat setia. Dia telah memberikan si pria rasa aman.

“Manisku,” kata si pria, “tak lama lagi aku akan meninggal dunia. Setelah kematian, aku akan kesepian tanpa dirimu. Maukah engkau ikut bersamaku?”

“Samasekalitidak!”tukassiperempuanmudayangmenggairahkan itu, dengan gaya bisnisnya. “Mana bisa seperti itu? Aku akan mengadakan upacara pemakaman yang mewah buatmu, tetapi setelah upacara selesai aku akan pergi bersama putramu.”

Rencana ketidaksetiaan istri ketiga membuat si pria terguncang sampai ke sumsum tulang.Diamengusir istr ketiga lalu memanggil istri keduanya.

Dia telah hidup lama bersama istri keduanya. Dia tidak begitu menarik, tetapi dia selaluada di sisi suaminya, untuk membantunya memecahkan masalah dan memberikan nasihat yang tak ternilai. Dia adalah sahabatnya yang paling terpercaya.

“Kasihku,” kata si pria sambil menatap ke sorot mata istrinya, “sebentar lagi aku akan meninggal dunia. Setelah kematian, aku akan kesepian tanpa dirimu. Maukah engkau ikut bersamaku?”

“Maafkan aku” kata si istri kedua dengan penuh penyesalan, “aku tak dapat pergi bersamamu. Aku akan menemanimu sampai di sisi lubang kubur, tetapi tidak lebih dari itu.”

Hati si orang tua remuk redam oleh penolakan yang bertubi-tubi. Dia memanggil istri pertamanya, yang agaknya selalu dia kenal selamanya. Dia telah mengabaikannya selama tahun-tahun terakhir ini, terutama setelah dia bertemu dengan istri ketiganya yang memikat dan istri keempatnya yang termasyhur itu. Tetapi istri pertamanya inilah yang benar-benar penting baginya, yang bekerja dengan diam dari balik layar. Dia merasa tidak enak hati

saat melihatnya berpakaian lusuh dan begitu kurus.

“Sayangku,” katanya dengan nada memohon, “sebentar lagi aku akan meninggal dunia. Setelah kematian, aku akan kesepian tanpa dirimu. Maukah engkau ikut bersamaku?”

“Tentu saja aku akan pergi bersamamu,” jawab si istri pertama dengan mantap.”Aku akan selalu bersamamu dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya.”

Istri pertama adalah amal soleh. Istri kedua adalah keluarga. Istri ketiga adalah kekayaan. Istri keempat adalah kemasyhuran.

Bacalah sekali lagi cerita tersebut, sekarang Anda tahu tentang empat istri. Istri manakah yang paling berharga untuk dipelihara? Mana yang akan pergi bersama Anda saat Anda meninggal?

Dosa yang Lebih Besar dari Zina


64selingkuh

Dalam sebuah majilisnya bersama Abu Dzar, Rasulullah saw. Pernah memberi nasihat berikut.
“ Wahai Abu Dzar, hindari dari melakukan ghibah(menggunjing) karenadosanyalebih berat dari melakukan zina.”
“ Ya Rasulullah, pa itu ghibah ? ““ Ghibah adalah menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai.”
“ Ya Rasulullah, walaupun sesuatu itu ada pada dirinya ? “
“ Ya. Apabila kau sebut-sebut aibnya, maka kau telah menggunjingnya; namun apabila kau sebut aibnya yang tidak ada pada dirinya, maka kau telah memfitnahnya.”
Tidak jarang memang seorang mukmin melakukan ghibah, sengaja atau tidak; dihadapan orang yang dihormatinya atau orang yang tidak dihormatinya karena lidah memang tidak bertulang. Ia bisa menari-nari tanpa letihnya. Ia bisa digerakkan oleh tuannya kemanapun hasrat tujuannya. Akan tetapi, orang yang berakal , kata Ali, adalah orang yang meletakkan lidahnya di bawah kontrol akalnya; sementara orang yang jahil adalah orang yang meletakkan akalnya di bawah lidahnya. Orang yang berakal akan berpikir dahulu baru berkata-kata; sementara orang yang  jahilakan berkata dahulu, baru berpikir.
Ketika seseorang datang menjumpai Ali Zainal Abidin dan berkata bahwa si Polan mencacimu bahkan mengatakan bahwa engkau adalah orang sesat dan pelaku bid’ah, Zainal Abidin menjawab, “Wahai Polan, engkau tidak memelihara hak teman semajilismu lantaran menyampaikan omongannya pada kami; dan engkau juga tidak memelihara hakku sebagai teman semajilismu karena telah menyampaikan kepadaku sesuatu tentang saudaraku yang tidak kuketahui. Wahai Polan , berhati-hatilah dari melakukan ghibah karena ia adalah santapan anjing-anjing neraka…”
Ketika ‘Aisyah mengadukan perihal Shafiah, madunya, kepada Nabi bahwa Shafiah itu orangnya pendek, begini dan begitu, Nabi saw. Menjawab, “ Wahai ‘Aisyah, kau telah ucapkan kata-kata yang apabila dicampurkan dengan air laut maka ia akan mengubahnya.”
Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi, pengarang kitab Hayat Al-Shahabah meriwayatkan sebuah kisah yang terjadi pada diri Khalifah Umar bin Khattab r.a.
“ Suatu malam, ketika Umar sedang berjalan bersama Abdullah bin Mas’ud memeriksa keadaan sekeliling kota Madinah, tiba-tiba matanya memandang suatu cahaya yang menerangi sebuah rumah. Umar menguntit cahaya itu sehingga ia masuk kedalam rumah penghuninya.Astaghfirullah, di rumah itu ada seorang tua yang sedang meminum arak dan menari-nari dengan hamba perempuannya. Umar masuk dan menghardik perbuatan si tua bangka ini. Katanya, “ Wahai Polan, tidak pernah kusaksikan pemandangan yang lebih buruk dari ini, seorang tua bangka yang sudah lanjut usia, tetapi meminun arak dan menari-nari ? “
Tuan rumah menjawab, “ Wahai Amirul Mukminin, apa yang kau lakukan adalah lebih buruk dari apa yang telah kausaksikan. Engkau telah mamata-matai privacy orang, padahal Allah telah melarangnya; dan engkau telah masuk kedalam rumahku tanpa seizinku.”
Umar membenarkannya. Dia keluar dari rumah itu dengan amat menyesal atas perbuatannya yang telah di lakukannya. Katanya, “ Sungguh akan celakalah Umar apabila Tuhannya tidak mengampuninya.”
Orang tua ini merasa malu sekali kepada Umar karena kepergok melakukan dosa. Dia khawatir sang khalifah akan menghukumnya atau paling tidak akan mempermalukannya di hadapan publik. Oleh karena itu, lama sekali dia raib dari majilis Umar. Apakah Umar termasuk dalam kategori orang-orang yang mudah membuka aib-aib orang lain ?
Suatu hari dia datang ke majilis Umar secara sembunyi-sembunyi. Dia hanya duduk di bagian paling belakang sambil menundukkan kepala agar sang Khalifah tidak melihatnya. Tiba-tiba Umar memanggilnya dengan suara yang agak keras, “ Wahai Polan, mari duduk di sampingku.”
Orang tua ini merasa gemetar. Pikir dirinya pasti akan dipermalukan oleh Khalifah. Dia tidak bisa menolak. Sebagaimana ia juga tidak akan bisa berlari. Dengan wajah yang pucat pasi dia pasrah menghampiri Umar sambil terus menunduk menyembunyikan rupanya. Umar memaksanya duduk persis di sampingnya. Kemudian berbisik, “ Wahai Polan, demi Allah yang telah mengutus Muhammad sebagai seorang Rasul, tidak pernah kuberi tahu siapa pun tentang apa yang kulihat dalam rumahmu, meskipun kepada Abdullah bin Mas’ud yang kala itu ikut ronda bersamaku.”
Kemudian orang tua ini pun menjawab sambil berbisik, “ Wahai Amirul Mukminin, demi Allah yang telah mengutus Muhammad sebagai seorang Rasul, sejak sampai itu sampai sekarang aku telah tinggalkan pekerjaan-pekerjaan munkarku.”
Tiba-tiba Umar bertakbir dengan suara yang agak keras tanpa di pahami maksudnya oleh hadirin yang ada di sekitarnya.

 

 (Dari buku  Dialog Sufi: Ust Husein Shahab)

Bagaimana salat yang Khusyu?


Salat Khusyu yg dicontohkan Imam Ali Zainal Abidin:

Salat Imam Zainul Abidin as. adalah sebuah manifestasi kepasrahan yang sempurna terhadap Allah swt. dan keterputusan dari alam materi. Ia tidak merasakan sesuatu yang berada di sekitarnya. Bahkan, ia tidak merasakan keberadaan dirinya sendiri. Seluruh kalbunya terpaut kepada Allah secara sempurna. Ketika ingin menjelaskan kondisi salatnya ini, para perawi hadis berkata: “Ketika ingin mengerjakan salat, kulitnya berubah warna. Seluruh anggota tubuhnya gemetar lantaran takut kepada Allah. Pada saat berdiri, ia berdiri bak seorang budak yang hina di hadapan tuannya. Ia mengerjakan salat seperti orang yang mengerjakan salat perpisahan di mana ia tidak akan pernah mengerjakan salat lagi setelah itu.”
Ketika menceritakan kekhusyukan salat ayahnya, Imam Muhammad Al-Bâqir as. berkata: “Ketika Ali bin Husain berdiri mengerjakan salat, ia berdiri bak sepotong batang kayu yang tidak bergerak sama sekali kecuali bagian-bagian kayu yang digerakkan oleh angin.”
Salah satu manifestasi lain dari kekhusyukan salat Imam Ali Zainul Abidin as. adalah ketika sujud, ia tidak mengangkat kepalanya sehingga keringatnya mengucur atau seakan-akan ia merendam di dalam air lantaran air matanya yang mengucur deras.
Para perawi hadis meriwayatkan bahwa Abu Hamzah Ats-Tsumâlî pernah melihat Imam Zainul Abidin as. mengerjakan salat. Jubahnya terjatuh dari salah satu bahunya dan ia tidak membenahinya. Abu Hamzah menanyakan hal itu kepadanya, dan ia menjawab: “Celakalah kamu! Tahukah kamu di hadapan siapakah aku tadi berdiri? Sesungguhnya salat seorang hamba tidak akan diterima kecuali sekadar konsentrasi hati yang dimilikinya.”
Keterpautan hatinya kepada Allah pada saat mengerjakan salat sangat kuat. Ketika salah seorang putranya jatuh ke dalam sumur, penduduk Madinah merasa khawatir dan lalu mereka menyelamatkannya. Pada waktu itu, Imam Zainul Abidin as. sedang mengerjakan salat di dalam mihrab dan tidak menyadari apa yang telah terjadi. Ketika usai salat, ia diberitahukan tentang hal itu. Ia hanya berkata: “Aku tidak merasakan apa-apa. Karena, aku tadi sedang bermunajat dengan Tuhan Yang Maha Agung.”
Pada suatu hari, pernah terjadi kebakaran di rumahnya dan ia sedang mengerjakan salat. Ia tidak merasakan hal itu. Ketika usai mengerjakan salat, ia diberitahukan apa yang telah terjadi. Ia menjawab: “Api neraka yang maha dahsyat telah membuatku lupa akan api tersebut.”
Abdul Karim Al-Qusyairî memiliki sebuah interpretasi untuk realita dahsyat yang senantiasa menyertai Imam Zainul Abidil as. pada saat salat ini. Yaitu realita itu terjadi lantaran hati tidak menyadari apa terjadi pada makhluk sekitar. Hal itu karena panca indera sibuk mengamati apa yang sedang dihadapinya. Hati kadang-kadang tidak menyadari perasaan dirinya sendiri dan hal itu lantaran ia mengingat pahala atau memikirkan siksa.

Iyyaka na budu ……


kita bangga mengejar berbagai gelar yg akan meningkatkan status sosial kita di masyarakat, Rasulullah SAW sangat bangga dengan gelar “Abduhu wa rasuluhu”. Beliau sangat bangga dengan gelar sebagai hamba, budak atau pesuruh dan utusan Nya.Dan dalam seluruh kehidupannya beliau betul betul menghambakan diri hanya kepada Allah. Sangat terbalik dengan kehidupan kita yang selalu menghambakan diri kepada gelar kehormatan, harta, kekuasaan dan seluruh bentuk materi.Kalau Rasulullah bangga menjadi hamba(pesuruh) Allah, kita sangat bangga menjadikan Allah sebagai pesuruh(hamba) kita, kita sering memaksa Allah untuk memenuhi seluruh keinginan keinginan kita.Bahkan ketika berdoa, kita memaksa Allah mengikuti semua kehendak kita. Menyuruh Allah menjaga anak dan istri kita, menyuruh Allah menurunkan uang dalam jumlah yang banyak.

munajat
Ya Allah, pelindungku,
betapa banyak kejelekan diriku telah Engkau tutupi,
Betapa banyak malapetaka telah Engkau atasi,
Betapa banyak rintangan telah Engkau singkirkan,
Betapa banyak bencana telah Engkau tolakkan,
Dan betapa banyak pujian baik yang tidak layak bagiku telah Engkau sebarkan

Ya Allah, besar sudah bencanaku, berlebihan sudah keburukan halku,
Dan rendah benar amal-amalku, berat benar belenggu (kemalasanku),
Dan angan-angan panjangku telah menahan manfa’at dari diriku,
dunia dengan tipudayanya telah memperdayakanku,
Dan diriku (telah terpedaya) karena tipudayanya,

Wahai Junjunganku, aku bermohon kepadaMu dengan segala KekuasaanMu,
jangan Engkau hijab doaku kerana keburukan amal dan perangaiku,
Dan jangan Engkau bukakan rahsiaku yang tersembunyi,
yang telah Engkau ketahui,
Dan jangan Engkau segerakan siksa padaku,
Karena perbuatan buruk dan kejelekan yang aku lakukan dalam bersendirian,
karena kebiasaanku untuk melanggar batas, dan kebodohanku,
Karena banyaknya nafsuku dan kelalaianku,

SOLUSI GANGGUAN JIN DAN SAKA DENGAN HIPNOTERAPI


flyer-saka

APA SAKA?

Ringkasnya ‘saka’ adalah jin atau jin-jin yang diwarisi daripada seorang manusia kepada seorang manusia lain sama ada secara disedari atau tidak, biasanya melibatkan keturunan.

Sebenarnya, apa saja jin/ jin-jin yang diwarisi adalah saka tidak kira jin keturunan, segala hantu-hantu seperti hantu raya, jin silat, jin tariqat, jin perubatan/ perbomohan, jin nenek moyang dan sebagainya.

Namun bagi masyarakat Melayu, ‘saka’ lebih difahami sebagai jin/ nenek moyang yang turun daripada orang tua (datuk, nenek, bapa, bapa saudara dll) kepada orang yang lebih muda yang ada pertalian darah dengannya (seperti anak, cucu, anak saudara dsb).

Dan lebih khusus lagi ia disebut ‘saka’ apabila jin itu mengganggu anak cucu kerana ada perkara-perkara tertentu yang sepatutnya berlaku tetapi tidak berlaku. Jika tiada kekecohan, maka masyarakat Melayu jarang menyebutnya sebagai saka.

Jin-jin silat/ seni beladiri dan perubatan tradisional tidak disebut saka oleh kebanyakan masy. Melayu. Jin-jin yang soleh dan jin Islam juga biasanya tidak disebut saka.

Manusia zaman dahulu suka mengambil jin-jin sebagai pembantu mereka untuk menjaga rumah, keluarga, ladang, perubatan, persilatan dsb. Sudah menjadi budaya bahawa setiap keluarga zaman dahulu mendapatkan pembantu dari kalangan jin, kalau tak ada seolah-olah tak lengkap.

Umur jin lebih panjang drpd umur manusia, ada yang ratusan (yang umur pendek) dan biasanya ribuan tahun. Oleh kerana telah ada persetujuan antara jin dengan tuan punya jin tadi, maka jin itu akan terus mendampingi tuannya buat selamanya selagi tidak dibuang (dinamakan buang saka). Setelah tuan punya tadi meninggal, jin itu akan mendampingi pula keturunannya sampailah entah berapa keturunan selagi jin itu tidak mati atau dibuang. Sekiranya jin itu jenis yang banyak atau beranak-pinak, maka selagi tak dibuang selagi itulah mereka akan mendampingi keluarga tersebut.

Jadi, saya percaya (berdasarkan bentuk soalan yg dikemukakan) bahawa ‘saka’ yang dimaksudkan oleh yang bertanya ini adalah saka sebagaimana yang difahami oleh kebanyakan masyarakat Melayu. Maka saka jenis itulah yang akan saya “hi-lite” kan. Jika tersilap faham harap dimaafkan.

TANDA-TANDA SAKA

Saka yg disedari- biasanya keturunan itu akan memelihara adat-adat tertentu seperti membuat kenduri pada masa-masa tertentu, melakukan upacara-upacara tertentu pada masa-masa tertentu, menyimpan barang pusaka khas (seperti kain berwarna, alat perhiasan, barang kemas, senjata dsb), yakin diri dan keluarga mereka masih dalam penjagaan nenek moyang (walaupun nenek moyang itu tinggal jauh ataupun telah meninggal dunia), ada mentera tertentu ataupun lain-lain.

Saka yg tak disedari-tiba-tiba ada anggota keluarga yang terkena penyakit teruk, atau penyakit ganjil, atau mimpi yg menakutkan… kemudian dibawa berubat, kemudian diberitahu oleh perawat bahawa itu semua akibat saka/ nenek moyang/ jin keturunan.

ADAKAH ORANG YANG ADA SAKA BOLEH MEMBERI KESAN KEPADA RUMAH ATAU ORANG YANG DIZIARAHINYA?

Kesimpulannya- boleh memberi kesan sama ada secara langsung mahupun tidak langsung bergantung kepada jenis saka.

Orang yg tahu dia ada saka dan mampu menggunakan sakanya- dia boleh menyuruh sakanya berbuat sesuatu (biasanya yang tidak baik). Ini adalah kesan secara langsung dan sering berlaku.
Orang yang tahu dia ada saka tetapi tidak tahu cara memanupulasikannya- rumah atau orang yang diziarahinya boleh terkena sesuatu akibat perbuatan saka secara tidak langsung, tetapi ini jarang berlaku.
Org yang tak tahu dia ada saka- biasanya tak memudaratkan orang lain.

Saka boleh memberi kesan atas keizinan Tuhan, bukan bermaksud si saka itu ada keupayaan sendiri sejak azali.

Samalah seperti tuan anjing, dia boleh mengarahkan anjingnya memudaratkan orang lain. Begitu juga dengan tuan saka, ia boleh menyuruh sakanya memudaratkan orang lain. Bezanya anjing itu nampak sementara saka itu ghaib-tak nampak. Cara beroperasi sama saja.

Di sini kita kena beriman dengan perkara-perkara ghaib. Antaranya percaya jin itu wujud, ia mampu bergerak pantas, ia mampu memudaratkan manusia, ia berusia panjang, jasad kasarnya lemah dsb dan semua itu dengan keizinan Tuhan.

BAGAIMANA MERAWAT MASALAH INI?

Bagi yang tahu dan menjaga saka- tak perlu dirawat kerana biasanya saka itu tidak mendatangkan masalah kepadanya.

Bagi yang tahu tetapi tak mahu lagi saka itu- kena melalui proses pembuangan saka atau rawatan.

Bagi yang tak tahu- apabila dah tahu biasanya tak mahu, maka kena lalui proses pembuangan atau rawatan

Cara rawatan pastinya melalui kaedah tradisional. Rawatan doktor moden setahu saya tak mampu menghilangkannya (boleh jadi ada kajian terbaru yang membuktikan boleh). Namun ada juga sedikit-sebanyak kaedah rawatan sains moden (bukan ilmu kedoktoran) yang berupaya membuang saka seperti melalui getaran, pernafasan, kuasa minda dan seumpamanya, *****a kaedah ini belum popular di kalangan masyarakat awam.

Kaedah tradisional:

Antaranya menggunakan khidmat pawang, bomoh, pakar perubatan tradisonal, tabib, sami dan seumpamanya. Golongan ini biasanya ada jin pendamping mereka sendiri. Jika jin mereka lebih kuat daripada jin saka, maka mudahlah diusir dengan cara-cara tertentu. Tapi ada juga jin saka yang agak kuat di mana mereka boleh kembali- berjaya dijauhkan buat sementara saja.

Jika jin saka lebih kuat, biasanya ia tidak berjaya dihalang daripada terus mendekati si sakit/ org yang nak buang. Malah mampu memudaratkan si perawat pula.

Ada perawat yang berpendamping melibatkan sama cara rawatan menggunakan doa dan ayat-ayat Al Quran. 2 dalam 1.

Ada juga perawat yang berpendamping menggunakan ayat Quran dan doa sbg “cover” shaja tetapi sebenarnya dia bergantung sepenuhnya kepada kekuatan jin/ jin-jin pembantunya sahaja.

Ada juga perawat yang berpendamping tapi tidak menggunakan pendampingnya, dia menggunakan ayat Quran, doa dan petua .

Ada pula perawat yang sepenuhnya bergantung kepada ayat suci, doa dan petua semata-mata.

Saka/ jin yang kuat sangat sukat untuk dibuang. Terutamanya jika yang ‘perjanjian’ dengan tuan punya saka yang mula-mula membuat perjanjian yang berat.

Jin jenis hantu raya boleh dibuang dengan tipu helah. Jenis pelesit juga mudah dibuang. Jenis bajang agak sukar. Jin jenis Ifrit lagi sukar kerana ia kuat. Jenis polong saya kurang pasti. Jenis toyol jarang dijadikan saka kerana ia lebih digunakan untuk kerja-kerja mencuri. Banyak lagi jenis-jenis jin yang dipanggil dengan pelbagai nama ‘hantu’ oleh masyarakat Melayu.

Yang penting, barang-barang tumpangan saka itu seperti alat perhiasan, kain berwarna, adat-adat/ upacara tertentu, mentera-mentera . sebarang bacaan dan seumpamanya mestilah dibuang. Tapi tak boleh dibuang sembarangan, kena ada ahli yang tahu cara-caranya. Jiak dibuang sembarangan ditakuti saka itu akan mengamok pula, lagi teruk.

HIPNOTERAPI AURASHIFA BISA MENGATASI GANGGUAN N SAKA DAN SIHIR

(Artikel Harian Utusan Malaysia)

SEORANG gadis yang mengadu sering sakit kepala diminta duduk dan memejamkan mata. Setelah disuruh bertenang dan mengosongkan fikiran, dia dibimbing secara lisan untuk cuba tidur dalam kiraan tiga berserta petikan jari. Gadis itu kemudiannya terlena.
“Dia sebenarnya masih dapat mendengar arahan saya dan boleh mengatasi sendiri masalahnya,” terang pakar terapi minda Aura Syifa’ dari Bandung, Indonesia, Rachmat Setiawan.
Selepas memberi arahan khusus tentang sesuatu, gadis tersebut dilihat merapatkan kedua tangannya seperti hendak menangkap sesuatu di belakang kepalanya. Kemudian dia membuat pergerakan tangan seperti mencampakkan sesuatu ke hadapannya.
Dahinya tidak lagi berkerut selepas itu. Dia lebih tenteram dan kemudian dikejutkan semula dalam kiraan tiga dan petikan jari.
Ini adalah apa yang diberitahu gadis itu kepada Jurnal: “Saya terlihat ada seekor burung besar yang mencengkam kepala dan tengkuk saya. Saya telah membuangnya ke laut. Selepas itu, sakit kepala saya beransur-ansur reda.
“Sebagai cabang ilmu hipnosis, itu adalah antara kaedah rawatan yang boleh anda temui dalam teknik terapi minda.
“Selalunya, sebarang bentuk gangguan kesihatan boleh diatasi sendiri oleh pesakit sementara pengamal kaedah ini hanya memberi bimbingan,” kata Rachmat yang meminta penulis mengetepikan dahulu spekulasi tentang bayangan burung besar itu.
Lazimnya, masyarakat kita terlalu cepat mengaitkan masalah kesihatan dengan gangguan entiti atau jin, hingga ramai yang ‘tunduk’ padanya tanpa mengetahui bahawa sesiapa pun mampu mengatasinya sendiri.
Melalui teknik seperti ini, penyelesaian bukan milik mutlak pengamal terapi. Keyakinan dan penaakulan logik pesakit dipertingkat ketika pesakit diprogram semula dalam keadaan alpha iaitu minda bawah sedar.

“Kita sering mendengar ahli paranormal yang melakukan pelbagai ritual pelik, mereka-reka cerita yang menakutkan serta kemudiannya mengenakan bayaran yang melampau. Dan kita mempercayai mereka,” ujarnya yang hadir ke pejabat Aura Syifa’ Malaysia di Shah Alam, Selangor.
Beliau juga tidak bersetuju dengan ahli paranormal yang berselindung di sebalik imej alim ulama seperti berserban, bercelak atau membawa tasbih di tangan tetapi ‘menipu’ apabila mengubati pesakit. Imej itu, kata Rachmat hanya akan memburukkan lagi pemahaman tentang Islam.
Kaedah rawatan di Aura Syifa’ bukan sahaja boleh digunakan untuk menangani masalah jiwa dan ‘gangguan’ makhluk halus. Malah, pendekatannya boleh membantu individu membina keyakinan diri, mencetus potensi rohani dan jasmani, seterusnya diperkembangkan dalam realiti hidup dan dunia kerjaya.
Rachmat dan rakan pakar terapi di cawangan Malaysia itu, Noor Azizan Abdul Majid, pernah digegaskan ke Sekolah Menengah Kebangsaan Tanjung Lumpur, Kuantan, untuk menawarkan khidmat mereka ketika kes histeria kronik mengganggu ketenteraman guru dan pelajar sekolah itu.
“Individu yang dirasuk atau histeria tidak dapat dirawat hanya dengan membacakan zikir atau ayat al-Quran sebagai kaedah utama. Ikhtiar lain perlu disertakan,” kata Rachmat.
Bersetuju dengan pendapat Rachmat, Noor Azizan menambah bahawa bacaan zikir dan ayat-ayat suci tidak dapat diproses oleh seseorang pesakit yang terlalu hanyut dibawa emosi akibat pengaruh ‘entiti’ tersebut.
“Ayat-ayat suci al-Quran bersifat preventif sebelum berlakunya sebarang kecelaruan jiwa yang mungkin disebabkan oleh gangguan entiti,” kata Noor Azizan.
Tetapi ketika dirasuk, tindakan dan pendekatan lain perlu segera diambil. Pemikiran manusia pula perlu ‘dibersihkan’ melalui kaedah terapi minda.
“Contohnya, sebuah komputer yang terjejas fungsi akibat jangkitan virus tidak akan pulih jika pengguna sekadar mengulang salin data antivirus yang sama.
“Komputer itu perlu diprogram semula dan dimasukkan paten antivirus baru. Barulah menampakkan hasil,” jelas Rachmat.
Tambahnya, rawatan hadir dalam pelbagai sumber dan cara yang boleh disepadukan. Selain pemantapan rohani melalui konsep ibadah, seseorang perlu mencapai status minda yang ideal melalui terapi. Jika perlu, rawatan perubatan termasuk rujukan pakar psikiatri.
Tidak mengapa tinggal serumah dengan entiti
Mengulas tentang kes individu atau keluarga yang mengadu tentang kehadiran entiti dalam kediaman mereka, Rachmat menerangkan bahawa ia perkara yang boleh diatasi.
“Mereka boleh dibimbing untuk berdialog dengan entiti tersebut. Kami yang akan menyelia sebarang maklum balas daripada apa yang ‘dilihat’ oleh mereka ketika minda mereka dilaras ke keadaan bawah sedar,” terang Noor Azizan.
Namun tidak dinafikan terdapat entiti degil yang melambatkan proses pengusiran atau berkeras tidak mahu berpindah. Jika itu berlaku, pemikiran manusia dalam rumah itu akan diprogram semula menggunakan teknik terapi minda untuk memutuskan semua hubungan komunikasi di antaranya.
“Ini bermakna, entiti masih berada dalam rumah itu bersama keluarga manusia. Masing-masing menjalani kehidupan tersendiri tetapi kedua-dua pihak tidak bertembung atau mempunyai sebarang medium komunikasi,” terangnya.
Menurut Rachmat, orang yang sentiasa ceria mempunyai semangat yang kuat dan sihat. Kesihatan minda dan tubuhnya tidak mudah mengalami gangguan.
“Sebaliknya, mereka yang suka bersendiri, penyedih, sugul, pemarah, berprasangka atau sering rasa terpinggir dan tidak disayangi, akan berhadapan dengan masalah. Ketika itulah, entiti akan cuba mempengaruhi minda bawah sedar,” ulasnya.

Apa AurAshifa?


APA  AurAhifa
AurAshifa adalah satu system program Training dan treatment yang sudah berpengalaman lebih dari dua puluh tahun dan telah berhasil menggabungkan konsep-konsep barat yang sangat saintifik seperti konsep Hypnosis &Hypnotherapy, NLP dengan konsep konsep Spiritual , esoteris dan Intuisi yang memasukan unsur-unsur religious. Dengan system AurAshifa  berbagai masalah yang berhubungan dengan fisik, pikiran, spiritual dan ruhani dapat dengan cepat dicarikan solusi yang cepat dan tepat tanpa ada efek samping . Salah satu kelebihan kami dan yang membedakan kami dengan yang lain adalah penggunakan power of intuition untuk diagnosa awal sebuah masalah untuk seterusnya digunakan kaidah kaidah yang sangat saintifik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

 

PROGRAM TRAINING

1.BASIC AurAshifa

Waktu :  1 hari

Target :

Setelah mengikuti   program ini, peserta memiliki kemampuan dalam:

  • Memahami konsep  concsious dan subconscious mind
  • Memasuki  Subconcsious mind dengan cara yang cepat dan mudah
  • Memahami konsep Mind set dan belief system
  • Cara mengubah mind set negative
  • Belief dan The Law of Spiritual Attraction
  • Melalukan Program ulang  Mindset dan Belief system untuk   berbagai masalah kehidupan.
  • Aplikasi sederhana untuk  mindset program:
    • Stress  Management
    • Motivasi diri
    • Membuang kebiasaan buruk

     2. Advance AurAshifa (Power of Intuition)

Waktu : 1 Hari

TARGET:

Setelah mengikuti program ini, peserta memiliki kemampuan  dalam:

  • Melakukan diagnose dengan kemampuan intuisi
  • Mengaktifkan Intuisi(Sixth Sense) dan aplikasinya
  • Memiliki kemampuan komunikasi  yang efektif dengan client
  • Memahami  berbagai  teknik induksi
  • Memahami berbagai  teknik deepening
  • Memahami  berbagai teknik Therapy:

Suggesttion Therapy, Regression Therapy, Spiritual Therapy

  • Aplikasi  Mind Therapy untuk :
    • Melakukan diagnose dengan intuisi(sixth sense)
    • Memperbaiki Teknik Komunikasi
    • Bekomunikasi dengan  bagian sakit pada tubuh sendiri
    • Berkomunikasi dengan tubuh orang lain
    • Melakukan  Mindset Program untuk orang lain secara langsung
    • Melakukan Mindset Program untuk orang lain dari jarak jauh
    • Treatment Scientifik untuk   Kasus terkena Sihir, santet dan Saka
    • Aplikasi The Law Of Spiritual

3. AurAshifa : Communication Therapy for Couple

Waktu: 1 Hari

Untuk Siapa Workshop ini?

Suami atau Istri yang ingin mempertahankan keutuhan rumah tangga, atau yang tengah mengalami masalah akibat ada orang ketiga, poligami, atau ada masalah dalam hubungan suami istri baik secara fisik(sex) maupun secara psikologi(komunikasi)

Ramai pasangan suami istri yang telah menikah bertahun tahun mengalami konflik yang berkepanjangan, terputus komunikasi , adanya gangguan dari pihak ketiga dan beribu masalah lainnya.

Punca dari semua masalah dalam keluarga adalah tidak adanya komunikasi dan saling pengertian diantara keduanya. Sesungguhnya Allah Swt telah menganugerahkan kepada kita potensi yang power full yaitu minda bawah sadar (sub conscious mind) yang dapat di program ulang sehingga boleh menjadi solusi untuk mencapai kebahagiaan dalam keluarga.

Minda bawah sedar terkena virus negative adalah punca dari segala keretakan dan kegaduhan dalam rumah tangga.

Dalam workshop ini anda akan mendapatkan materi-materi:

  • Medeteksi kondisi rumah tangga anda
  • Konsep alam bawah sadar dan cara memprogramnya
  • Mengakses minda bawah sadar pasangan anda
  • Teknik mempengaruhi alam bawah sadar pasangan anda
  • Membuang pikiran negative dari alam bawah sadar
  • Membina hubungan saling terbuka dengan pasangan
  • Membaca pikiran pasangan secara langsung atau jarak jauh
  • Teknik proteksi untuk pasangan anda
  • Mendeteksi keberadaan pasangan anda dari jauh(sixth sense)
  • Membongkar kebohongan pasangan anda
  • Solusi mengatasi affair (perselingkuhan) pasangan anda
  • Memutuskan hubungan pasangan yang tidak sah secara syariat
  • Meningkatkan kecintaan pasangan anda dengan Aura Healing
  • Mengatasi masalah seksual dalam pasangan anda

4. AurAshifa Spiritual Marketing: How to sell Yourself?

5. MASTER AurAshifa

Waktu                     : 2 hari

TUJUAN

Setelah mengikuti sesi workshop ini, peserta akan memiliki kemampuan:

  • Menganalisa  dan melakukan terapi stress
  • Mengaktifkan dan menggunakan power of Intuition
  • Counter Attact Program
  • Aplikasi Law of Spiritual Attraction :untuk menarik dan mendapatkan apapun yang anda inginkan(Empowerment of Aura)
  •  Law of Connection : there is a solution to improving your communication and building better, healthier relationships(Married Couples, Dating Couples, Parent And Children, Teacher And Student, Business To Business, Management and Staff.
  •  Law of Resonance : program jarak jauh untuk penyembuhan, Telekenesis program, Bouncing effect, mengendalikan pikiran orang lain dari jarak jauh.
  • Self Healing and Self Empowerment

YANG DAPAT DIPELAJARI OLEH PESERTA

  • Pemahaman konsep dasar  Aura dan Mind
  • Pemahaman fungsi dan peranan  subconscious mind(minda bawah sadar)
  • Therapy Stres:
  • Suggestion Therapy
  • Regresion Therapy
  • Spiritual therapy
  • Power of Intuition dan Aplikasinya
  • Praktik Law of Spiritual Attraction
  • Membaca potensi orang lain dan menaklukannya dengan Law of Connecting
  • Memprogram pikiran orang lain dari jarak jauh, atau menarik benda-benda yang kita inginkan dengan Law of resonance
  • Self Healing and Empowerment

Testimoni


Testimoni 1

Ust Majid dari Pusat Rawatan Islam Nur Ehsan

Hujung minggu lepas saya diberi kesempatan dan kelapangan oleh ALLAH mengikuti kursus 6th Sense yang dianjurkan oleh Ust. Rachmat Setiawan dari Aurashifa, Bandung Indonesia.

6th sense atau deria ke enam bukanlah deria baru, ia dimiliki semua yang bernama manusia. Ia adalah otak manusia.

Mengikut Ust. Rachmat yang merujuk kepada pakar-pakar 6th sense seperti Eric mitson dan William J Oubsy (mungkin tersilap catit) otak manusia 12% adalah minda sedar dan 88% minda bawah sedar. Minda bawah sedar ini jika digarap dengan baik maka orang berkenaan akan berjaya menggunakan 6th sensenya.

Orang yang berjaya ke subconciuos mind (SCM) mempunyai beberapa kelebihan seperti:
1. Mampu menghilangkan penyakit pada dirinya
2. Boleh melakukan perlindungan dari sebarang gangguan
3. Boleh mengatur kehidupan dengan lebih baik samada hal2 melibatkan personel, kemasyarakatan dan kewangan
4. Boleh merawat secara hypnoteraphy
5. Dapat melihat makhluk halus tanpa berkhadam atau bersaka

Mengikuti kursus seperti ini sebagai seorang perawat yang meletakan Islam sebagai landasan kehidupan termasuk hal2 rawatan tentulah pada mulanya meletakan tahap kecurigaan samada benar atau hanya suatu penipuan…. adakah ada proses attunement sepertima reiki dsb.

Ust Rachmat telah menggunakan pendekatan ESQ dalam program membuka SCM. Peserta diajak untuk berlindung dengan ALLAH dari gangguan jin dan syaitan, memaafkan semua orang yang pernah melakukan kesalahan kepada kita, mengingati dosa-dosa lampau lantas memohon keampunan dari ALLAH SWT.

Peserta diajar kaedah merehatkan diri dengan mudah dan apabila ini dilakukan maka SCM dapat dibuka.

Saya diuji oleh Ust. Rachmat dalam beberapa keadaan seperti transfer anak saya yang autism kepada diri saya dan melihat fenomena makhluk halus dibelakang seoarang peserta. Kaget juga saya apabila saya adalah anak saya dan disimpulkan kewujudan jin saka yang degil mengganggu anak saya. Ust Rachmat mengajar saya dalam kes autism kena disconect hubungannya dengan alam mereka…. bagaimana? Saya akan ajukan pertanyaan ini lebih lanjut kepada Ust. Rachmat.

Ust. Racmat meminta saya melihat di belakang salah seorang peserta yang gagal memasuki SCM. Saya melihat secara SCM kehadiran makhluk halus dalam bentuk cahaya merah panas…. apakah minda saya sudah terbuka? WALLAHUA’LAM

InsyaALLAH saya akan terus mendalami ilmu ini atas saranan Ust Rachmat kerana ia membantu saya dalam melakukan rawatan. Saya berpendapat teknik Hypnoteraphy ada kesamaan dengan teknik kembara & rawat saya (TKR) dan TKR lebih mudah daripada usha-usha menidurkan pesakit dalam hypnoteraphy. Saya akan lebih memokus kepada membuka SCM saya untuk melihat gangguan pada pesakit saya biizniLLAH.

JazakALLAH khairan katsira untuk Ust. Rachmat dan penganjur.

 

Testimoni 2:

Tuan Asri Tuan Hussein :Harian Metro Malaysia 15 November 2009

 

EkspresiAlam bawah sedar

Oleh TUAN ASRI TUAN HUSSEIN
asri@hmetro.com.my

PENULIS dihipnosis oleh Pak Rahmat dan diberitahu tidak akan mampu bangun daripada kerusi yang diduduki. Kata Pak Rahmat, semakin penulis berusaha untuk bangun, badan menjadi semakin berat.

SITUASI 1:

PENULIS dihipnosis oleh Pak Rahmat dan diberitahu tidak akan mampu bangun daripada kerusi yang diduduki. Kata Pak Rahmat, semakin penulis berusaha untuk bangun, badan menjadi semakin berat.


Memang itu yang penulis rasakan. Biarpun beberapa kali mencuba, namun tetap gagal. Semakin kuat dicuba, badan semakin berat. Penulis bukan tidak sedarkan diri, sebaliknya mampu turut ketawa selepas diketawakan peserta lain kerana gagal bangun daripada kerusi.

SITUASI 2:

SEPASANG suami isteri bertemu Pak Rahmat untuk mengubati penyakit saka dialami si isteri (Puan X), malah mereka juga mengesyaki dia disihir. Pertemuan itu kali kedua selepas pertemuan pertama tiga hari sebelumnya.

Untuk merawat Puan X, Pak Rahmat menggunakan peserta kursus, Norashikin Mohd Amin, 22, atau Shikin sebagai perantara kerana dia perlu bersentuhan dengan Puan X.

Pak Rahmat menekap tangannya ke tangan Shikin. Seterusnya Shikin disuruh menggosok perut Puan X dan Shikin berasa tangannya kebas dan menyucuk-nyucuk.

Pak Rahmat menyuruh Shikin mengibas tangan seperti membuang rasa kebas itu dan kembali menggosok perut puan X. Proses itu berulang beberapa kali sehingga Shikin berkata rasa kebas di tangannya hilang.

SITUASI 3:

SETERUSNYA Pak Rahmat menghipnosis Shikin dan menyuruh Shikin pergi ke kampung Puan X untuk bertemu seorang wanita tua yang dikatakan pemilik saka di dalam badan Puan X.

Selepas bertemu, Pak Rahmat menyuruh Shikin mengarah perempuan tua itu keluar dari badan Puan X dan perempuan tua itu akur. Menariknya, selepas Shikin disedarkan, air matanya mengalir.

Apabila ditanya, Shikin tidak pasti mengapa dia menangis, cuma katanya, dia sedih. Penulis bertanya, apakah yang dirasakannya ketika dia dihipnosis dan berjumpa perempuan itu.

Kata Shikin, dia seperti ada di satu tempat lain dan mendengar segala arahan Pak Rahmat seperti suara yang sayup-sayup dan bergema, manakala wajah perempuan tua yang ditemuinya itu hodoh.

TIGA situasi di atas penulis lihat dan alami ketika membuat liputan Kursus Pengurusan Minda Bawah Sedar (Subconcious Mind Managemet — ScM) yang dikelolakan oleh Rachmat Setiawan atau lebih mesra dengan panggilan Pak Rahmat di Kuala Lumpur, baru-baru ini.

Siapa Pak Rahmat

Berusia 50-an dan berasal dari Bandung, Indonesia, beliau ahli terapi dan jurulatih ScM dengan pengalaman lebih 20 tahun dalam bidang itu.

Bermula dengan usaha mencari jawapan kepada pengalaman diri sendiri yang sukar difahaminya, Pak Rahmat mula meneroka dan belajar mengenai alam minda bawah sedar secara serius sejak berusia 30 tahun.

Pada 1999 beliau mula berkongsi kepakarannya dengan memberi kursus kepada orang ramai di Bandung sebelum memperluaskannya di Malaysia, bermula 2002.

“Saya menggunakan pendekatan dan penjelasan saintifik mengenai kelebihan atau manfaat minda bawah sedar kepada orang ramai, selain mengaitkannya dengan ajaran Islam. Mungkin ini bezanya pendekatan saya berbanding orang lain,” katanya.

Apa Minda Bawah Sedar

Menurut Pak Rahmat, minda bawah sedar adalah pancaindera keenam yang ada pada setiap manusia dan sangat banyak kegunaannya, namun tidak ramai mampu meneroka serta menggunakannya.

Beliau berkata, dalam kehidupan normal, seseorang itu hanya menggunakan 12 peratus daripada kuasa mindanya manakala 88 peratus lagi yang ada pada peringkat bawah sedar atau disebut juga alam alpha, tidak digunakan.

“Ada pelbagai cara untuk seseorang itu masuk ke minda bawah sedar. Sebahagian kecil dianugerahi Tuhan untuk memilikinya secara semula jadi (gifted) manakala ramai lagi yang perlu berusaha.

“Usaha itu pula pelbagai. Ada yang melakukan amalan dan bacaan spiritual dan ada juga dengan jalan pintas menggunakan kuasa makhluk halus atau jin.

“Cara yang saya gunakan adalah bersih dan selamat iaitu kaedah hipnosis. Ini satu kaedah saintifik dan boleh dilakukan sesiapa saja yang mempelajarinya.

“Di Barat, pengkajian mengenai hipnosis dilakukan sejak 1800 lagi dan dalam Islam pun ilmu mengenai minda bawah sedar memang ada, namun ia mungkin dikenali dengan terma lain serta kaedah menerokainya juga mungkin berbeza,” katanya.

Kegunaan minda bawah sedar

Supaya lebih mudah difahami, Pak Rahmat menyamakan alam pemikiran manusia dengan gelombang (frekuensi) radio atau walkie talkie.

Katanya, untuk memasuki minda bawah sedar atau ke alam alpha, kita perlu menukar gelombang pemikiran kita daripada gelombang sedia ada ke gelombang lain.

“Apabila sudah menghipnosis diri kita untuk ada di alam alpha, kita boleh melakukan apa saja yang kita mahu. Sebagai contoh, jika kita kuat makan hingga badan gemuk, ketika di alam alpha, katakan pada diri kita: ‘Selepas ini apabila aku sedar, aku hanya akan makan makanan yang perlu dan sihat’.

“‘Perut aku tidak akan dapat menerima makanan jika aku kenyang dan jika makanan itu banyak kolesterol atau lain-lain unsur tidak sihat’. Kesannya, selepas kita kembali ke alam biasa tubuh kita akan melaksanakan segala diarahkan ketika di alam alpha.

“Jadi, insya-Allah hasrat kita untuk menjadi kurus dan lebih sihat akan tercapai. Begitu juga jika kita ingin berhenti merokok, menjadikan diri lebih berkeyakinan, berani, berfikiran positif dan mengawal masalah atau tekanan dalam kehidupan seharian,” katanya.

Pak Rahmat berkata, selepas seseorang itu mahir dengan kaedah hipnosis untuk masuk ke alam bawah sedar dengan mudah, peringkat seterusnya ialah dia mampu menghipnosis orang lain supaya turut ada di alam bawah sedar.

“Mengambil contoh gelombang radio tadi, apabila saya menghipnosis orang lain, ia bermaksud saya cuba menyamakan gelombang alam bawah sedar saya dengan gelombang orang berkenaan.

“Apabila berkongsi gelombang sama, kami dapat berhubungan. Dengan itu saya tahu keadaan dirinya (jika dia berpenyakit atau bermasalah) dan mampu mengawal atau mengatasi masalahnya dengan kekuatan minda bawah sedar saya,” katanya.

Pak Rahmat berkata, kemahiran itu berguna kepada seseorang untuk urusan kerjaya mereka, contohnya kepada pengamal perubatan, ahli motivasi, kaunselor, pensyarah, guru dan juga ketua jabatan dalam usaha memotivasikan kakitangannya.

“Sebagai contoh, anggota polis boleh menggunakan kaedah ini jika mahu menyoal siasat penjenayah dan kaunselor boleh menjalankan tugas mereka dengan lebih cemerlang.

“Malah, di Barat kaedah hipnosis ini turut digunakan sebagai satu kaedah siasatan, terutama dalam kes forensik,” katanya yang turut terbabit dalam merawat sekumpulan pelajar sekolah mengalami histeria di Tanjung Lumpur, Pahang, awal tahun ini.

Salah faham dan salah guna

Pak Rahmat berkata, di kalangan masyarakat Melayu, ramai salah faham dengan menyamakan hipnosis dengan pukau dan perkataan pukau itu pula lebih merujuk kepada elemen negatif.

“Hakikatnya, hipnosis dan pukau berbeza. Orang yang dihipnosis masih sedar, sedangkan orang yang dipukau 100 peratus tidak sedar dan tidak tahu apa yang dia lakukan.

“Anda (penulis) sendiri tadi saya hipnosis dan anda memang tidak mampu bangun daripada kerusi tapi bukankah anda masih sedar, malah mampu bergelak ketawa dengan saya?” katanya.

Bagaimanapun, beliau mengakui kemahiran memasuki minda bawah sedar ini boleh disalah guna untuk tujuan jahat, namun menegaskan itu tidak bermakna ia tidak sepatutnya dipelajari atau diajar kepada orang lain.

“Kita perlu rasional. Hakikatnya, semua benda dalam dunia ini boleh digunakan untuk tujuan baik atau jahat. Contoh mudahnya, pisau boleh sekadar untuk memotong sayur dan boleh juga menjadi senjata untuk membunuh.

“Begitu juga barangan lain seperti komputer dan kereta. Jadi, jika ia disalahgunakan, jangan salahkan kemahiran atau ilmu ini tetapi salahkan individu yang menyalahgunakannya,” katanya.

Menurut Pak Rahmat, sebagai langkah berjaga-jaga apa yang mampu dilakukannya ialah menapis atau bersifat selektif dalam mengambil peserta kursus.

“Insya-Allah dengan sedikit kelebihan yang ada, saya mampu menilai diri seseorang itu sama ada dia mahu belajar dengan saya untuk tujuan baik atau sebaliknya. Jika saya rasa dia ada tujuan jahat atau tidak sesuai, saya tidak akan menerimanya.

“Selain itu, siapa yang mengikuti kursus saya akan diajar cara mengelak dihipnosis jika dia enggan dan ini sekali gus dapat menyelamatkan dirinya daripada menjadi mangsa perbuatan jahat,” katanya.

Beliau berkata, sesi pengenalan dan kursus ScM untuk peringkat asas hingga maju diadakannya dari semasa ke semasa di Kuala Lumpur sehingga Mac 2010 dan orang ramai yang berminat menyertainya atau ingin maklumat lanjut boleh menghubungi talian 03-21696221 atau laman web http://www. alamalpha.com.my.

Norashikin Mohd Amin, 22:
(Eksekutif Am sebuah firma swasta)

“SAYA berminat mengikuti kursus ini kerana saya selalu mengalami stres atau tekanan akibat beban kerja dan pergaulan. Jadi, saya berharap saya mampu mengatasi masalah ini dengan menggunakan ScM.

Selain itu, saya selalu berasa seperti ternampak kelibat makhluk halus. Insiden ini mengganggu hidup saya. Saya tak tahu sama ada ini satu anugerah atau sekadar gangguan syaitan.

Dengan mengikuti kursus ini banyak perkara baru yang saya belajar dan insya-Allah jika saya mampu menggunakan minda bawah sedar saya, kelibat makhluk halus yang saya nampak itu tidak akan mengganggu hidup saya lagi.”

Zakaria Yasin, 43:
(Pengarah Urusan sebuah syarikat perunding latihan)

“SEBAGAI graduan bidang psikologi, saya memang tahu mengenai kaedah hipnosis dan minda bawah sedar serta kegunaannya. Namun ketika di universiti semuanya saya belajar setakat teori.

Kini, memandangkan saya bekerja dalam bidang penyediaan latihan dan mengendalikan kursus motivasi, saya percaya ilmu ScM sungguh bermanfaat untuk kerjaya saya. Itu sebab utama saya mengikuti kursus ini.

Saya juga ingin merasai pengalaman dihipnosis dan yang paling istimewa mengenai kursus Pak Rahmat ialah ia banyak dikaitkan dengan ajaran Islam. Jadi, doa tertentu juga diajar bagi mempermudahkan lagi usaha kita untuk menguasai minda bawah sedar kita.”

emelTestimoni 3:

Testimoni 3

Kamis, 22 Oktober 2009 Harian Cosmo  Malaysia

 

Kesurupan?: Bukan urusan Ustz atau Paranormal, tapi urusan Terapist

SEORANG gadis yang mengadu sering sakit kepala diminta duduk dan memejamkan mata. Setelah disuruh bertenang dan mengosongkan fikiran, dia dibimbing secara lisan untuk cuba tidur dalam kiraan tiga berserta petikan jari. Gadis itu kemudiannya terlena.
“Dia sebenarnya masih dapat mendengar arahan saya dan boleh mengatasi sendiri masalahnya,” terang pakar terapi minda Aura Syifa’ dari Bandung, Indonesia, Rachmat Setiawan.
Selepas memberi arahan khusus tentang sesuatu, gadis tersebut dilihat merapatkan kedua tangannya seperti hendak menangkap sesuatu di belakang kepalanya. Kemudian dia membuat pergerakan tangan seperti mencampakkan sesuatu ke hadapannya.
Dahinya tidak lagi berkerut selepas itu. Dia lebih tenteram dan kemudian dikejutkan semula dalam kiraan tiga dan petikan jari.
Ini adalah apa yang diberitahu gadis itu kepada Jurnal: “Saya terlihat ada seekor burung besar yang mencengkam kepala dan tengkuk saya. Saya telah membuangnya ke laut. Selepas itu, sakit kepala saya beransur-ansur reda.
“Sebagai cabang ilmu hipnosis, itu adalah antara kaedah rawatan yang boleh anda temui dalam teknik terapi minda.
“Selalunya, sebarang bentuk gangguan kesihatan boleh diatasi sendiri oleh pesakit sementara pengamal kaedah ini hanya memberi bimbingan,” kata Rachmat yang meminta penulis mengetepikan dahulu spekulasi tentang bayangan burung besar itu.
Lazimnya, masyarakat kita terlalu cepat mengaitkan masalah kesihatan dengan gangguan entiti atau jin, hingga ramai yang ‘tunduk’ padanya tanpa mengetahui bahawa sesiapa pun mampu mengatasinya sendiri.
Melalui teknik seperti ini, penyelesaian bukan milik mutlak pengamal terapi. Keyakinan dan penaakulan logik pesakit dipertingkat ketika pesakit diprogram semula dalam keadaan alpha iaitu minda bawah sedar. 

KETIKA dibimbing pakar terapi, minda seseorang boleh memasuki fasa alpha, seterusnya mampu menaakul sesvvuatu yang luar biasa. 


“Kita sering mendengar ahli paranormal yang melakukan pelbagai ritual pelik, mereka-reka cerita yang menakutkan serta kemudiannya mengenakan bayaran yang melampau. Dan kita mempercayai mereka,” ujarnya yang hadir ke pejabat Aura Syifa’ Malaysia di Shah Alam, Selangor.
Beliau juga tidak bersetuju dengan ahli paranormal yang berselindung di sebalik imej alim ulama seperti berserban, bercelak atau membawa tasbih di tangan tetapi ‘menipu’ apabila mengubati pesakit. Imej itu, kata Rachmat hanya akan memburukkan lagi pemahaman tentang Islam.
Kaedah rawatan di Aura Syifa’ bukan sahaja boleh digunakan untuk menangani masalah jiwa dan ‘gangguan’ makhluk halus. Malah, pendekatannya boleh membantu individu membina keyakinan diri, mencetus potensi rohani dan jasmani, seterusnya diperkembangkan dalam realiti hidup dan dunia kerjaya.
Rachmat dan rakan pakar terapi di cawangan Malaysia itu, Noor Azizan Abdul Majid, pernah digegaskan ke Sekolah Menengah Kebangsaan Tanjung Lumpur, Kuantan, untuk menawarkan khidmat mereka ketika kes histeria kronik mengganggu ketenteraman guru dan pelajar sekolah itu.
“Individu yang dirasuk atau histeria tidak dapat dirawat hanya dengan membacakan zikir atau ayat al-Quran sebagai kaedah utama. Ikhtiar lain perlu disertakan,” kata Rachmat.
Bersetuju dengan pendapat Rachmat, Noor Azizan menambah bahawa bacaan zikir dan ayat-ayat suci tidak dapat diproses oleh seseorang pesakit yang terlalu hanyut dibawa emosi akibat pengaruh ‘entiti’ tersebut.
“Ayat-ayat suci al-Quran bersifat preventif sebelum berlakunya sebarang kecelaruan jiwa yang mungkin disebabkan oleh gangguan entiti,” kata Noor Azizan.
Tetapi ketika dirasuk, tindakan dan pendekatan lain perlu segera diambil. Pemikiran manusia pula perlu ‘dibersihkan’ melalui kaedah terapi minda.
“Contohnya, sebuah komputer yang terjejas fungsi akibat jangkitan virus tidak akan pulih jika pengguna sekadar mengulang salin data antivirus yang sama.
“Komputer itu perlu diprogram semula dan dimasukkan paten antivirus baru. Barulah menampakkan hasil,” jelas Rachmat.
Tambahnya, rawatan hadir dalam pelbagai sumber dan cara yang boleh disepadukan. Selain pemantapan rohani melalui konsep ibadah, seseorang perlu mencapai status minda yang ideal melalui terapi. Jika perlu, rawatan perubatan termasuk rujukan pakar psikiatri.
Tidak mengapa tinggal serumah dengan entiti
Mengulas tentang kes individu atau keluarga yang mengadu tentang kehadiran entiti dalam kediaman mereka, Rachmat menerangkan bahawa ia perkara yang boleh diatasi.
“Mereka boleh dibimbing untuk berdialog dengan entiti tersebut. Kami yang akan menyelia sebarang maklum balas daripada apa yang ‘dilihat’ oleh mereka ketika minda mereka dilaras ke keadaan bawah sedar,” terang Noor Azizan.
Namun tidak dinafikan terdapat entiti degil yang melambatkan proses pengusiran atau berkeras tidak mahu berpindah. Jika itu berlaku, pemikiran manusia dalam rumah itu akan diprogram semula menggunakan teknik terapi minda untuk memutuskan semua hubungan komunikasi di antaranya.
“Ini bermakna, entiti masih berada dalam rumah itu bersama keluarga manusia. Masing-masing menjalani kehidupan tersendiri tetapi kedua-dua pihak tidak bertembung atau mempunyai sebarang medium komunikasi,” terangnya.
Menurut Rachmat, orang yang sentiasa ceria mempunyai semangat yang kuat dan sihat. Kesihatan minda dan tubuhnya tidak mudah mengalami gangguan.
“Sebaliknya, mereka yang suka bersendiri, penyedih, sugul, pemarah, berprasangka atau sering rasa terpinggir dan tidak disayangi, akan berhadapan dengan masalah. Ketika itulah, entiti akan cuba mempengaruhi minda bawah sedar,” ulasnya.

Testimoni 4:

Spiritual Stress Management

Stress merupakan masalah yang lazim dilalui oleh masyarakat pada hari ini. Saban hari terpampang dada-dada akhbar pelbagai kisah manusia yang kehilangan arah dan punca apabila berada dalam keadaan tertekan atau stress. Stress yang tidak dikawal dan diurus dengan baik berpotensi membawa kepada masalah yang lebih besar.

Menyedari masalah ini, Spiritual Therapy ScM Resources hadir dengan membawa solusi bagaimana menguruskan stress dengan lebih berkesan dan praktikal. Menurut trainer program ini, Pak Rachmat Setiawan, pengalamannya selama 20 tahun dalam bidang ini mendapati kebanyakan masalah stress ini berpunca daripada minda yang sudah diprogram dengan pelbagai perkara negatif.

“Apabila mereka tidak dapat mengawal stress itu, maka wujud pelbagai masalah lain. Pernah saya dipanggil ke Tanjung Lumpur untuk merawat pelajar-pelajar yang histeria. Saya dapati semuanya berpunca daripada tekanan dan stress yang tuidak terurus,” kata Pak Rachmat.

“Persoalannya, bagaimana untuk merawat dan mengawal stress dalam diri kita? Nah, di sini kami di ST-ScM bakal memberi training kepada sesiapa sahaja yang ingin menjadi terapis kepada diri sendiri dan orang lain,” katanya.

s/h: Keistimewaan ST-ScM

ST-ScM adalah satu program training dan treatment yang berbentuk workshop. Menariknya program ini menggabungkan konsep-konsep Barat yang sangat saintifik seperti konsep Hypnosis dan Hypnotherapy, NLP dengan konsep spiritual, intuisi yang memasukkan unsur-unsur keagamaan, islamik.

“Jika kita lihat kepada situasi di luar sana, terdapat dua golongan iaitu religious addict yang sangat kurang ikhtiarnya sebaliknya lebih banyak pasrah kepada takdir. Sebaliknya, satu lagi golongan, yang lebih moden dan kebaratan, mereka mampu mencapai sesuatu perkara itu dengan kemampuan diri sendiri, namun tanpa elemen agama dan ilahiyah diterapkan. Dari sini, kami hadir dengan satu program yang menggabungkan konsep-konsep Barat ini dengan unsur-unsur islamik agar ia seimbang dan menjadi lebih baik.

“Dengan system ST-ScM pelbagai masalah yang berhubungan dengan fizikal, minda, spiritual dan rohani dapat dengan cepat dicarikan solusi yang cepat dan tepat tanpa ada kesan sampingan,” kata Pak Rachmat.

Program Stress Management ST-ScM yang terbahagi kepada tiga modul yang berlainan iaitu;
1. ScM Spiritual Marketing
2. ST-ScM Spiritual Stress Management
3. ST-ScM Spiritual Parenting

Ketiga-tiga modul ini mensasarkan target audien yang berbeza mengikut bidang dan keperluan masing-masing. Misalnya dalam ScM Spiritual Marketing peserta bakal dilatih bagaimana menetapkan minda (mind set) dengan cara yang baik yakni dengan berdoa atau afirmasi. Ini bagi mewujudkan keseimbangan keyakinan dan keinginan mereka dalam bisnes misalnya.

Begitu juga dalam modul ST-ScM Spiritual Stress Management yakni modul yang terpenting dalam ST-ScM. Peserta bakal menyatakan masalah mereka kepada trainer. Kemudian, trainer akan memberi penyelesaian dari segi teori dan mencari punca kepada masalah tersebut.
Hubungan dua hala yang sangat interaktif ini memungkinkan peserta berasa sangat selesa sepanjang workshop berlangsung. Mereka juga akan diajar untuk menjadi terapis kepada diri sendiri, iaitu bagaimana untuk mengurus dan mengawal stress.

“Salah satu kelebihan kami dan yang membezakan kami dengan yang lain adalah penggunakan power of intuition untuk diagnosis permulaan sebuah masalah untuk seterusnya digunakan kaedah-kaedah yang sangat saintifik untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata ketua trainer ST-ScM ini.

Peserta yang mengikuti bengkel ini akan diberikan tips-tips pengurusan stress yang sangat praktikal dilakukan sendirian di rumah. Di samping itu, dengan kapasiti peserta dari 10 hingga 30 orang dilihat memungkinkan wujudnya suasana yang akrab antara trainer dan peserta.

Pihak pengurusan ST-ScM juga menerima tawaran untuk mengadakan training secara in-house di jabatan-jabatan atau organisasi tertentu. Modul akan dibentuk mengikut kesesuaian dan keperluan organisasi terbabit.