Arsip Kategori: Informasi

Sugesti dan Afirmasi Untuk Menghilangkan Stress


stress-cartoon

Duduklah dengan tenang atau tiduran dan mulai masuk ke gelombang Alpha (Bisa dengan cara mendengar rekam Audio Aurashifa atau mendengarkan lagu lagu lembut atau lantunan ayat suci Al Quran). Selanjutnya ucapkan atau baca afirmasi berikut ini :

“Saya merasa relaks dan nyaman sepanjang hari, sepcrti yang saya rasakan sekarang ini. Saya biarkan ketegangan dan kesesakan pergi, melepaskan perasaan cemas di dalam tubuh dan pikiran saya selamanya. Mulai detik ini, saya akan menyadari saat-saat dimana saya merasa adanya ketegangan otot yang bcrlcbihan dalam tubuh saya. Dan kctika saya mcnyadarinya, saya akan mengambil napas panjang. Ketika saya kemudian mcnghembuskannya, saya juga akan membuat daerah yang tegang menjadi relaks. Ketika tubuh saya relaks, saya segera merasa lebih  baik. Dengan membiarkan ketegangan menghilang, saya juga membiarkan perasaan cemas sava pergi… karena sangat sulit untuk merasa cemas atau tegang jika tubuh saya relaks.”

“Mulai sckarang saya merasa relaks dan tcrfokus keti ka mcnghadapi pekerjaan saya. Sikap saya selalu menyenangkan sepanjang hari… dan merasakan hidup lebih menggembirakan. Saya merasa sangat nyaman kctika mcnghadapi orang lain dan rclasi saya. Tubuh saya menjadi lebih sehat sckarang karena saya menggunakan sumbcr cncrgi tubuh saya dengan cara yang lebih bijaksana. Saya merasa lebib optimis dengan rcncana saya karena perasaan ccmas telah menguap seperti tctes-tctes air di hari yang cerah dan panas. Saya menyediakan waktu untuk mcnikmati orang-orang, tempat, dan kejadian-kejadian di dalam kehidupan saya schari-hari.”

“Saya mcmbayangkan perasaan sangat rclaks ketika saya ba-ngun untuk mcmulai hari baru. Saya membayangkan diri saya mcrcgangkan badan dan menguap dengan perasaan damai yang mendalam dan optimis. Karena merasa segar, saya menyadari bctapa nyamannya merasa terbebas dari keccmasan dan dengan senang mcmikirkan setiap bagian dari hari saya. Ketika saya bcrjalan mcnuju kamar mandi dan mulai membcrsihkan scrta mcrawat tubuh saya, suatu perasaan bersih muncul di dalam tubuh dan emosi saya. Segala sesuatu di dalam diri saya terasa bersih dan rapi, dan saya tahu saya dapat memilih untuk terus merasa relaks, terfokus, dan positif di sepanjang hari saya. Ada perasaan aman dan damai dalam diri saya yang terserap ke dalam setiap bagian tubuh dan pikiran saya. Kecemasan dan kekhawatiran telah dibersihkan, dibuang… dan saya menggantinya dengan perasaan bahagia dan relaks, nyaman dan tenang ketika saya melalui hari saya.”

“Mulai sekarang, saya memilih untuk merasa relaks dan bebas dari kecemasan. Kapan saja saya mulai merasakan perasaan ce-mas tersebut, yang harus saya lakukan adalah mengepalkan ta-ngan saya dan melepaskannya sambil saya menghitung sampai tiga. Ketika saya mencapai angka 3 dan saya melepaskan semua ketegangan dari kepalan tangan saya, kecemasan akan hilang dan saya akan merasa nyaman dan rclaks.”

 

 

 

Sugesti dan Afirmasi untuk kekebalan tubuh


NobelPrize2011-Medicine-1-small“Saya meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh saya untuk melawan penyakit.”

“Saya ingin sehat, bahagia, dan menikmati hidup yang makmur. Saya memberdayakan diri sendiri di semua wilayah hidup saya, termasuk sistem kekebalan tubuh. Sekarang saya optimis bahwa sistem kekebalan tubuh saya dapat melawan organisme yang menyerang.”

“Saya membayangkan tubuh saya seperti sebuah kerajaan. Saya ingin mempertahankan kerajaan saya agar tetap sehat dan harmonis. Saya adalah penguasa di kerajaan saya… dan dapat memerintahkan sel-sel serdadu yang sangat banyak untuk ber-perang dan melindungi kerajaan saya dari invasi musuh. Saya membayangkan mengirim sel-sel yang seperti serdadu yang di-persenjatai dengan pedang… mencari penyusup, virus-virus yang tidak diinginkan; serdadu saya pintar. Sekarang saya menyebut serdadu saya T-soldiers. Mereka adalah serdadu khusus… sangat kuat dan hebat. Bahkan sekarang ada perekrutan dan pelatihan T-soldiers barn. Saya membuat lebih banyak T-soldiers sekarang… melatihnya untuk menyerang para penyusup, virus-virus barbar yang tidak diundang. T-soldiers saya mengetahui perbedaan an-tara sel sehat dan penyusup. Dan ketika mereka menemukan penyusup, T-soldiers akan membuang penyusup itu… dengan cepat dan ahli… sehingga kerajaan saya kembali damai… kerajaan saya… kerajaan tubuh saya. Dan ketika T-soldiers selesai membersihkan penyusup, saya mengirimkan pesan khusus untuk mcnenangkan T-soldiers setelah bertempur… dan memulangkan mereka… di-mana mereka dapat beristirahat agar siap untuk pertempuran berikutnya.

“Kesehatan saya penting… karena saya orang yang penting. Saya cakap dan menghargai diri sendiri. Saya berhak mendapatkan kesehatan dan kemakmuran. Saya merasa nyaman dengan apa dan siapa din saya. Dunia menjadi tempat yang lebih baik karena saya ada. Saya adalah orang yang baik dan saya berhak diperlakukan dengan baik…diperlakukan dengan hormat. Saya berhak memperlakukan diri sendiri dengan baik… memperlakukan tubuh saya dengan hormat. Saya mengizinkan diri saya untuk mendapatkan sistem kekebalan tubuhyang sehat dan sempurna… sistem kekebalan tubuh yang sehat dan sempurna. Sistem kekebal an tubuh saya akan berfungsi dengan sempurna. Pikiran saya mengetahui bagaimana cara mengaktifkan proses bawah sadar untuk menciptakan keharmonisan yang sempurna di dalam tubuh saya. Pikiran bawah sadat saya mengaktifkan proses bawah sadar untuk menciptakan kesehatan yang sempurna  dan keharmonisan. “Kesehatan dan keharmonisan total, sekarang.

 

HORMON KEBAHAGIAAN YANG MENYEMBUHKAN


HAPPY

Kita sering mendengar ungkapan ini dari para orangtua kita sejak zaman dulu: “Jangan suka marah, orang marah lekas tua”. Ternyata ungkapan tersebut menemukan kebenarannya pada abad 21 ini setelah diteliti oleh seorang dokter Spesialis Bedah Saluran Pencernaan di Jepang.

Di dalam tubuh kita terdapat senyawa kimia yang disebut “hormon kebahagiaan”. Jika kita berperilaku positif, hormon tersbeut mendatangkan kebahagiaan, tetapi jika berperilaku negatif (misalnya marah) maka hormon tersebut menjadi racun bagi kita

 

Konon, di dunia pengobatan Timur dahulu, jika seseorang yang sakit mendatangi tabib/dokter, maka tabib/dokter harus membungkukkan diri di depan pasien dan meminta maaf. Alasannya, dokter hendaknya bertanggung jawab mencegah orang yang sehat menjadi sakit. Mungkin hal ini terasa aneh, namun sejatinya memiliki arti yang sangat mendalam, bagaimana tidak, seorang penyembuh atau seorang dokter seharusnya memiliki tugas untuk membuat orang-orang menjadi sehat dan mencegah mereka menjadi sakit, bukannya malah menjadi pahlawan kesiangan yang mengobati setelah penyakit timbul.

Sebenarnya, tubuh manusia memiliki fungsi pertahanan yang dapat melindungi dari segala jenis penyakit. Jika mekanisme ini berjalan dengan semestinya, keluhan-keluhan seperti kanker, kardiovaskular, kerusakan pada jaringan pembuluh otak, yang saat ini banyak terjadi, akan jauh berkurang. Dengan kata lain, kita bisa tetap sehat tanpa harus mengonsumsi obat-obatan atau produk buatan lainnya jika kita menjaga pola makan sekaligus mengatur sekresi hormon dan sistem kekebalan tubuh.

Di dalam otak manusia, dilepaskan senyawa-senyawa yang mirip dengan morfin. Di samping memiliki efek menenangkan dan dapat meningkatkan suasana hati, kerja farmaseutikal senyawa-senyawa ini juga luar biasa, antara lain membatu memperlambat proses penuaan dan memperkuat penyembuhan diri sendiri.

Dr. Shigeo Haruyama, dalam bukunya “The Miracle of Endorphin”, secara lugas menyebut senyawa-senyawa itu sebagai Hormon Kebahagiaan. Tubuh manusia memproduksi hingga 20 hormon kebahagiaan. Dari ke-20 hormon kebahagiaan itu, Beta-Endorfin lah yang paling kuat efeknya. Kata “Endorfin” sebenarnya merupakan singkatan dari Endogenous Morphin, yang artinya kurang lebih morfin yang diproduksi di dalam tubuh.

Jika hormon kebahagiaan dilepaskan dalam jumlah cukup, efeknya tidak hanya pada otak, tetapi sampai ke seluruh tubuh, dan semua berguna. Keberadaan senyawa ini memang sudah lama dikenal, namun orang tidak terlalu memperhatikannya karena diyakini bahwa selain efek analgesik, tidak ada keistimewaan lain yang dimilikinya. Belakangan, terjadi lompatan besar penelitian dan diakuilah bahwa hormon kebahagiaan menyimpan potensi khasiat luar biasa.

Jika seseorang marah dan merasa sangat tertekan, otaknya mengeluarkan Noradrenalin, hormon yang sangat beracun. Di antara racun alami, hormon ini menempati urutan kedua setelah bisa ular. Tentu saja zat ini sangat sedikit diproduksi otak. Namun, jika orang yang bersangkutan terus-menerus marah dan tertekan, racun ini akan membuatnya sakit, lebih cepat tua, dan bahkan bisa berakibat fatal. Tidak berlebihan jika dikatakan Noradrenalin berperan dalam setiap penyakit.

Di sisi lain, ada pula hormon yang disebut Beta-Endorfin, yang merupakan hormon paling berkhasiat di antara hormon kebahagiaan. Ada korelasi antara kedua jenis hormon ini. Jika seseorang mendapat penolakan atau merasa tertekan, di dalam otaknya dilepaskanlah hormon noradrenalin yang bersifat racun. Sebaliknya, jika untuk situasi yang sama dia mendapat mendapat jawaban “itu bagus” atau bersikap positif, hormon beta-endorfin yang akan mengalir.

Jika kita mengalami sesuatu yang menyakitkan dan tak menyenangkan, lalu memberikan reaksi penolakan, noradrenalin yang akan dibebaskan. Namun, jika kita belajar sabar dan berusaha mengatasi tahap hidup yang tersulit sekalipun, hormon kebahagiaan yang akan mengalir.

Kita semua hidup dalam masyarakat yang sarat tekanan/stres. Dan ketika kita teramat stres, munculah hormon beracun sebagaimana yang dibicarakan sebelumnya. Jika hormon ini diproduksi dalam jumlah tepat, ia menjalankan fungsi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun dalam jumlah besar, ia dapat mempersempit aliran darah ke jantung.

Penyempitan pembuluh meningkatkan tekanan darah, dan ini akan dengan mudah membuat pembuluh darah menjadi tersumbat. Jika vena besar di otak tersumbat, maka terjadilah stroke. Hormon kebahagiaan membantu mengembalikan kondisi pembuluh darah menjadi normal seperti semula dan menjaga agar darah dapat mengalir dengan mudah dan bebas hambatan.

Beta-endorfin penangkal stres akan terbentuk jika kita bereaksi dengan pikiran positif. Sebaliknya, hormon itu tidak akan dibebaskan jika kita bersikap negatif. Sebagai gantinya, muncul substansi lain, yaitu noradrenalin dan adrenalin, yang tidak hanya beracun, tetapi juga memicu pembentukan oksigen aktif (radikal bebas) yang seringkali dicurigai sebagai pemicu penyakit2 degeneratif, kanker, dll.

Orang Jepang punya peribahasa, ”penyakit datang dari pikiran”. Seharusnya, bukan ”men sana in corpore sano”, tetapi dalam pikiran dan jiwa yang sehat lah, akan lahir pula tubuh dan fisik yang sehat.

Menurut psikolog Abraham Harold Maslow (1908-1970), manusia memiliki 5 tingkat kebutuhan, yaitu:
1. Kebutuhan dasar jasmani, spt makan, minum, tidur, hubungan suami-istri. Kebutuhan dasar ini juga sesuai dengan gambaran otak reptilia.
2. Pada tingkat berikutnya, ada pula kebutuhan akan keamanan. Ketika perut kosong, kita mencari sesuatu yang bisa dimakan. Dalam kondisi ekstrim, manusia bahkan bisa mengabaikan rasa malu dan bahaya, untuk memenuhi kebutuhan dasar itu. Namun, begitu kebutuhan tersebut tercapai, secara bertahap kita mulai memikirkan keamanan diri sendiri.
3. Ketika jenis kebutuhan pertama dan kedua sudah dipuaskan, tingkat selanjutnya adalah kebutuhan hubungan sosial, yang melibatkan kebutuhan individu untuk hidup dan diterima sebagai anggota suatu kelompok, bermasyarakat. Dalam tingkat ini, termasuk pula kebutuhan untuk mencintai/dicintai dan bekeluarga. Otak mamalia pada umumnya, memiliki gambaran/struktur yang sama hingga tingkat kebutuhan yang ke-3 ini.
4. Kebutuhan kita berikutnya adalah pengakuan dari orang lain, yang biasanya juga berkaitan dengan harga diri. Di dalamnya juga termasuk, antara lain, rasa diri lebih hebat daripada orang lain. Di baliknya terdapat hasrat untuk membuat diri bangga lewat hal-hal tersebut, dan harapan bahwa prestasinya diakui orang lain. Medali, gelar, julukan, jabatan adalah perwujudan dari hasrat ini.
5. Tingkat kebutuhan yang terakhir dan tertinggi adalah aktualisasi diri. Pada tingkat ini, seseorang tengah berusaha ”melupakan” dirinya, namun semata-mata ingin memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain. Dalam bahasa yang lain, tingkatan ini membimbing seseorang menuju ranah ketuhanan (transenden).

Fungsi dan kerja otak ternyata berkesuaian dengan teori tingkat kebutuhan tersebut.

Perasaan bahagia yang ditimbulkan hormon kebahagiaan akan semakin kuat dengan semakin tingginya tingkat kebutuhan seseorang. Orang yang mencapai ranah lebih tinggi, biasanya jarang sakit dan memiliki kesempatan hidup yang lebih baik. Penelitian terhadap hormon kebahagiaan membuktikan bahwa manusia bisa awet muda dan bersemangat jika mereka menjalani hidup dengan benar dan berjuang demi kesejahteraan sesama.

Manusia memiliki mekanisme pengaturan keseimbangan dalam sistem metabolisme-nya, yang dikenal sebagai ”homeostatis”. Sebagai contoh, pori-pori kulit akan mengerut karena kedinginan untuk menghindari hilangnya kehangatan tubuh. Saat kepanasan, pori-pori membuka dan mengeluarkan keringat untuk mengerem kenaikan suhu tubuh. Mekanisme homeostatis yang terdapat pada semua organisme ini juga berfungsi pada hormon. Ketika noradrenalin atau adrenalin dilepaskan, serotonin pasti ikut dibebaskan untuk menghambat pengaruh kedua hormon stres tersebut. Reaksi ini dikenal sebagai ”umban balik negatif atau umpan balik penghambat”.

Tubuh manusia juga memiliki sebuah mekanisme yang bekerja seperti termostat elektrik, untuk menghindari kemungkinan fungsi yang berlebihan.

Untuk mengerem pengaruh hormon kebahagiaan, terdapat senyawa pembawa pesan (neurotransmiter) bernama asam gama-aminobutirat (GABA). Ketika rasa lapar tidak dipenuhi, ia menjadi kebutuhan yang memaksa. Namun, jika perut sudah terisi penuh dan memberi manusia rasa senang (dan kenyang), maka senyawa GABA itu dapat membuat makanan yang paling disukai pun tidak menarik minat lagi.

Namun, ada fenomena ganjil yang patut dicermati: mengapa senyawa ini tidak memberi umpan balik negatif saat bagian otak yang paling berkembang yang hanya ada pada manusia, yakni lobus frontal, mendapat rangsangan untuk mengeluarkan hormon kebahagiaan? Bagaimana kita menjelaskan bahwa zat pengerem yang biasanya otomatis dikeluarkan, justru tidak dibebaskan jika bagian otak yang paling berkembang ini aktif?

Ketika kita berusaha dengan berlebihan memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang lebih rendah (tingkat 1 hingga tingkat 4), pemenuhannya menunjukan bahwa ada efek samping yang muncul. Kelebihan makanan mengantarkan pada obesitas dan penyakit gaya hidup. Berkembangnya fungsi umpan balik negatif boleh jadi bertujuan untuk menekan kemunculan momok yang tidak diinginkan ini.

Namun, ketika kita memanfaatkan bagian otak yang tertinggi untuk memperjuangkan kesejahteraan dunia dan umat manusia, berbuat baik untuk sesama, jelas tidak ada yang dapat menghalanginya. Bukan hanya bebas bekerja, otak juga mengeluarkan banyak hormon kebahagiaan yang membawa kita pada kebahagiaan hakiki/puncak. Situasi ini terasa seperti kita sedang menjalankan kehendak Sang Maha Pencipta. Maslow menamainya ”pengalaman puncak”. Substansi otak kita dapat digambarkan sebagai keadaan saat sumber beta-endorfin tidak ada habisnya diproduksi.

Hormon kebahagiaan menunjukan kepada kita bahwa inilah kunci kebahagiaan abadi dan tertinggi dalam hidup.

oleh Dr. Shigeo Haruyama, dalam ”The Miracle of Endorphin”, terbitan Mizan.

BAHAYA KUNDALINI SINDROM


KundaliniSyndrome

Belakangan ini dapat kita temukan berbagai tulisan atau pengajaran mengenai pembangkitan kundalini dengan cepat tanpa memperhatikan aspek lain yang sebenarnya sangat menentukan, yaitu pembentukan watak dan peningkatan spiritualitas, karena tanpa itu pembangkitan kundalini yang di agungkan itu akan berubah menjadi petaka bagi praktisinya, apalagi kalau itu dilakukan tanpa bimbingan seorang Guru Sejati tahap demi tahap, atau bahkan dengan kurang mendalam dan secara serampangan seseorang meramu sendiri tekniknya dari berbagai buku atau dari berbagai perguruan dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Inilah yang menyebabkan terjadinya berbagai sindroma kundalini yang sangat sulit dipulihkan. Untuk itu di bawah ini diketengahkan sebuah tulisan yang diambil dari buku “Yoga Kundalini” karya Dr. Gede Kamajaya.

–––––––––––

Kundalini sering disebut sebagai ular api. Ia adalah kekuatan yang amat hebat yang berada dalam tubuh manusia. Energi ini berada dalam semua tataran alam. Seperti halnya prana yang keberadaannya antara lain berhubungan dengan sinar matahari, penelitian kegaiban menunjukkan bahwa kundalini rupanya berhubungan dengan kekuatan di dalam pusat bumi. Jelaslah bahwa selain memerlukan prana, kita juga memerlukan kundalini untuk keperluan evolusi jiwa. Kita membutuhkan keduanya, tetapi bila salah satu di antaranya berlebihan atau kurang, maka hal ini dapat mengakibatkan bahaya yang sangat serius. Itulah sebabnya ada risiko yang cukup besar dalam membangkitkan kundalini, terutama bila praktisinya belum hidup suci dan murni.

Kita sudah banyak mendengar tentang kundalini serta bahaya pembangkitan sebelum waktunya. Dan apa yang banyak kita dengar itu memang ada benarnya. Ada bahaya yang benar-benar serius dalam membangkitkan aspek dari energi hebat ini sebelum ia memperoleh kesucian hidup dan pikirannya. Hanya dengan memperoleh kesucian hidup dan kesucian pikiranlah manusia dapat selamat bila ia ingin membangunkan kekuatan yang begitu hebat ini.

Banyak orang mengira bahwa kundalini benar-benar tidur dan tidak aktif. Tapi sebenarnya kundalini memiliki peranan yang amat besar dalam kehidupan manusia. Dia secara terus menerus memberikan energi kehidupan.

Seperti halnya semua energi yang lain, kundalini sendiri tidak tampak dengan mata biasa. Dalam tubuh manusia, kundalini menempatkan dirinya dalam suatu wadah berbentuk bola berongga konsentris yang terbuat dari zat astral dan eterik, yang satu berada dalam yang lainnya. Nampaknya terdapat tujuh bola konsentris seperti itu di dalam cakra dasar, di sekitar tulang ekor. Pada orang biasa energi ini aktif pada bagian terluar bola-bola ini. Di dalam bola-bola lainnya energi itu “tertidur”.

Kundalini sering digambarkan sebagai dewi dalam berbagai kitab yoga, indah berkilau seperti kilat sedang tidur di dalam cakra dasar, seperti seekor ular yang melingkar tiga setengah lingkaran melilit linga svayambhu dan menutupi pintu susumna dengan kepalanya. Walaupun dia tertidur dikatakan bahwa “Kundalini memelihara kehidupan semua makhluk”.

Pada saat kebangkitannya, jalan yang dilaluinya berbentuk spiral, berbelok-belok naik. Kebangkitan kundalini ini juga akan mengaktifkan kesadaran yang lebih tinggi sehingga alam-alam yang lebih tinggi akan terbuka nampak dihadapan kita secara berurutan.

Pada kebanyakan orang, kundalini berada di dasar tulang punggung dalam keadaan tidur, dan keadaan seperti ini memang jauh lebih baik daripada membangkitkkannya sebelum orang tersebut berkembang moralitasnya, dan sebelum pikiranya cukup bersih untuk dapat menangani energi itu tanpa terkena bahaya. Kemauan juga harus kuat untuk dapat menguasai energi itu.

Hendaknya orang jangan mencoba membangkitkan kundalini tanpa bimbingan seorang Guru yang amat mengerti persoalannya, karena bahaya yang ditimbulkan akibat pembangkitan yang salah amat serius dan nyata. Bahaya itu ada yang murni dan bersifat fisik dan juga batin. Gerakan kundalini tanpa kontrol selain merusak tubuh fisik juga bisa merobek lapisan badan halus.

Salah satu efek pembangkitan kundalini secara salah yang biasa muncul adalah api kundalini yang mengalir ke bawah dan bukannya ke atas. Dengan begitu merangsang nafsu-nafsu rendah demikian kuatnya sampai tingkat yang tidak mungkin lagi terbendung. Orang itu berada di hadapan kekuatan yang dahsyat seperti seorang perenang menghadapi mulut ikan hiu sendirian dengan tangan kosong. Orang seperti itu menjadi setengah manusia setengah binatang, raksasa keburukan, karena berada dalam cengkeraman kekuatan berjenis buruk yang terlampau kuat untuk dapat dilawan oleh kekuatan manusia biasa. Orang yang membangkitkan kundalini sebelum waktunya bisa saja memperoleh kekuatan gaib yang luar biasa, tapi kekuatannya itu menghubungkannya dengan evolusi dari tingkat rendah yang seharusnya dihindari oleh setiap manusia. Dan untuk membebaskan diri dari perbudakan itu dapat membutuhkan lebih dari satu inkarnasi.

Selain itu, pembangkitan kundalini sebelum waktunya akan mengintensifkan semua sifat manusia, mengaktifkan sifat jahat; lebih mudah daripada sifat mulia. Misalnya ambisi seseorang dalam badan mental yang sangat cepat terbangkitkan dan segera membengkak keluar badan. Kundalini dapat membuat daya intelek menjadi sangat intensif, tapi di waktu yang sama dapat menimbulkan kebanggaan abnormal bersifat kesetanan, yang tidak mungkin dapat diperkirakan.

Memang kurang bijaksana kalau seseorang mengira bahwa ia sanggup menghadapi kekuatan yang mungkin timbul dalam dirinya. Ini bukan energi biasa tapi energi yang tidak dapat dibendung. Yakinlah bahwa tidak seorang pun boleh membangkitkan kekuatan itu tanpa bimbingan seorang Guru Sejati. Jika kekuatan itu aktif tanpa disengaja, seharusnya ia minta nasehat kepada orang yang mengerti persoalan itu dengan segera. Sekali lagi, jangan mencoba-coba membangkintkan kekuatan yang dahsyat ini tanpa pengawasan Guru ahli yang akan mengawasi semua tahapannya. Kekuatan kundalini merupakan kenyataan yang hebat, salah satu kenyataan mendasar di alam semesta. Daya ini benar-benar tidak dapat dianggap sebagai permainan, karena mencobanya tanpa pengertian yang mendalam lebih berbahaya daripada seorang anak yang bermain-main dengan bahan peledak. Kitab Hatha Yoga Pradipika menyatakan, “Tenaga sakti ini memberikan kebebasan bagi para yogi dan memenjarakan orang bodoh”.

Dalam hal seperti itu, orang sering mengira bahwa bagi dirinya pasti ada perkecualian hukum alam, bahwa akan terjadi campur tangan Tuhan yang akan menyelamatkan dirinya dari perbuatan main-main itu. Yakinlah bahwa hal seperti itu tidak mungkin terjadi, seperti seorang yang secara ceroboh menyulut bahan peledak, sangat mungkin untuk menjadi korban yang pertama. Hal seperti ini berlaku bagi setiap kasus tanpa kecuali, karena dalam kerja Hukum Agung Alam Semesta tidak ada yang disebut dengan pilih kasih. Ingatlah pepatah yang sering diucapkan, “Hukum pertama dari praktek yoga adalah menjadi murid seorang Guru sejati”.

Banyak orang merasa yakin bahwa dia sudah siap memperoleh pelajaran yang tinggi (higher teachings) tanpa bekerja keras terlebih dahulu dengan sabar melalui pembentukan watak. Perbaikan karakter harus ditempuh terlebih dahulu, kemudian Guru akan memberitahu kapan dia siap melakukan pembangkitan kundalini yang dahsyat ini.

Kadang-kadang dapat terjadi pembangkitan lapisan api dari kundalini secara spontan sehingga terasa sedikit hangat, bahkan dapat bergerak dengan sendirinya. Bila ini terjadi dapat mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa, karena salurannya belum siap untuk maksud ini, sehingga api ini harus membakar banyak sampah eterik yang menghalangi proses perjalanannya. Bila kundalini bangkit dengan sendirinya atau bangkit tanpa disengaja, biasanya dia mengalir ke atas mengikuti arah yang sudah diambil oleh penjelmaan terendah dan terhalus. Bila mungkin, seharusnya kita menggunakan daya kemauan kita untuk menahan gerakannya. Dan bila tidak berhasil, kita tidak perlu menjadi cemas.

Api ular mungkin akan memancar keluar melalui kepala dan terlepas ke dalam atmosfir di sekelilingnya dan biasanya hal ini tidak mengakibatkan kerugian apa-apa kecuali adanya sedikit rasa lemah di tubuh. Orang mungkin hanya akan kehilangan kesadaran untuk sementara saja. Bahaya yang benar-benar mengerikan bukannya berhubungan dengan mengalirnya api kundalini ke atas, tetapi oleh adanya kemungkinan mengalirnya api kundalini ke bawah dan ke dalam.

Banyak orang berkata bahwa penguasaan yang sempurna atas yoga tidak bisa dicapai dalam satu kehidupan. Karena itu penguasaan kundalini harus diulang pada setiap inkarnasi, karena alat-alat itu diganti pada setiap inkarnasi. Tetapi sekali seseorang berhasil menguasainya maka akan lebih mudah dalam melakukan pengulangan itu. Jika seseorang telah menjadi murid dari seorang Guru Sejati dan belum mencapai kesempurnaan dalam hidup ini, maka sang Guru akan menuntun dan mengarahkan jiwa si murid sehingga pada kelahiran berikutnya dia berada pada kondisi yang memungkinkannya menyempurnakan kemajuan rohaninya. Inilah tanggung jawab berat seorang Guru Sejati yang dengan penuh ketulusan yang tanpa pamrih, dan tanpa pengingkaran, dia tidak akan berhenti membimbing siswanya sebelum dia mencapai tujuan tertinggi.

Bila sudah kundalini terbangkitkan, dia haruslah dikuasai benar-benar, dan harus digerakkan melewati pusat-pusat dengan urutan tertentu sesuai dengan perbedaan jenis orangnya. Gerakan ini juga harus dilakukan dengan cara yang khusus supaya memperoleh hasil yang memuaskan.

KundaliniSyndrome

Amygdala bagian otak yang mengatur emosi


Selain IQ  atau kecerdasan intelektual, EQ (emotional quotient) juga penting dalam hidup seseorang. EQ adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Menurut Howard Gardner (1983) terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri.

worldental.org
Lantas apa hubungan emosi dengan otak? Apa dan bagaimana fungsi amygdala dalam hal ini?

Otak manusia terbagi menjadi tiga bagian yaitu otak depan, otak tengah dan otak belakang. Dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia, otak mengalami berkembang juga. Otak depan berkembang dan membentuk otak besar (serebrum), otak tengah berukuran lebih kecil dan menjadi penghubung antara otak depan dan otak belakang, sedangkan otak belakang menjadi otak kecil dan sumsum lanjutan.

Otak besar merupakan saraf pusat utama yang mengendalikan kegiatan tubuh kita, otak besar berfungsi sebagai pusat kesadaran dan pengendalian kesadaran, termasuk didalamnya adalah semua emosi perasaan kita, selain itu otak besar berfungsi juga sebagai pusat ingatan.

Di dalam struktur otak terdapat bagian yang berhubungan langsung dengan emosi dan disebut dengan amygdala ((bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, ‘amandel’), karena bentuknya yang mirip kacang almond.

Amygdala merupakan komponen utama penghasil emosi. Otak kita memiliki dua amygdala yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan makhluk lain. Oleh sebab itu jika ada seseorang yang amygdala-nya diambil untuk alasan medis ataupun karena sebab lain, maka orang tersebut mengalami gangguan emosi dan bisa jadi tidak tertarik untuk berinteraksi dengan lain.

Contohnya bila seseorang mengalami kecelakaan dan amnesia, ini berarti bagian otak besarnya mengalami gangguan. Selain lupa, emosinya ikut terganggu karena bagian amygdala mengalami gangguan. Contoh lain, pada beberapa pasien stroke mengalami gangguan emosi serupa terutama bila amygdala-nya terganggu atau terpengaruh saat operasi.

http://ads.incmd04.com/creative/2-002137200-00001i;size=1;tag_id=5207;sub_id=8978;ref=www.apakabardunia.com;cb=436226297Ads by OffersWizard
neilslade.com
Sedih, senang, merasa sakit, dan perasaan lainnya karena peran amygdala. Inilah yang memacu jaringan otak dan juga struktur sarafnya untuk mengeluarkan air mata, tertawa bahagia, atau mengaduh kesakitan.

Jika amygdala anda mengalami kerusakan, bisa jadi Anda masih dapat berkomunikasi namun anda menjadi pasif dan respon kadar emosi anda menjadi minim, anda bahkan tidak mampu lagi untuk menangis, kondisi semacam ini disebut sebagai affective blindnness.

Hubungannya dengan stress
Ketika stres terjadi, amigdala mengirim pesan pada kelenjar endokrin untuk mengeluarkan sejumlah bahan kimia yang dimulai dengan pelepasan CRF (corticotrophin-releasing factor) dan diakhiri dengan membanjirnya hormon-hormon stres terutama kartisol.

Bahan kimia tersebut tinggal di dalam tubuh berjam-jam lamanya, padahal setiap kali kejadian yang mengesalkan berikutnya hormon-hormon tersebut terus diproduksi, sehingga terjadilah penumpukan hormon stres. Penumpukan itu membuat amigdala menjadi detonator yang sangat peka, yang siap membajak akal sehat menjadi naik pitam atau panik hanya karena provokasi hal-hal yang gampang (Goleman, 1999)

Salah satu dampak dari horman stres terlihat pada aliran darah, ketika denyut jantung meningkat. Darah yang seharusnya mengalir deras justru terhalang masuk ke pusat-pusat kognitif otak. Kartisol mencuri energi dari bagian memori kerja otak dan mengalihkannya ke perasaan. Ketika kadar kartisol sedang meninggi, orang lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu mengingat dengan baik (Wolkowitz dkk dalam Goleman, 1999)

live-in-green.com
Saat dalam situasi ketakutan amygdala memicu dikeluarkannya neurotransmitter norepinephrine untuk meningkatkan reaksi dari area utama otak sehingga panca indra untuk lebih siaga amygdala juga mengirim pesan ke batang otak sehingga memunculkan ekspresi takut, ketegangan, meningkatkan laju detak jantung yang meninggikan tekanan darah dan membuat nafas menjadi lebih cepat dan dangkal. Amygdala mengirim pesan ke semua bagian dari otak sehingga memicu emosi kita apakah hendak melawan atau berlari berari menghindar.

LeDoux mengindikasikan bahwa aliran informasi yang diterima dari panca indra terpecah menjadi dua jalur, satu jalur menuju ke thalamus berlanjut ke neo cortex, sementara jalur yang lain mengarah ke amygdala. Jalur langsung dari thalamus ke amygdala terdiri atas rangkaian neuron yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan pada jalur yang menghubungkan thalamus dengan neo cortex.

Rute antara thalamus ke neo cortex panjangnya dua kali lebih panjang dibandingkan rute dari thalamus ke amygdala. Informasi dari thalamus ke amygdala dapat bergerak dalam satuan 12/1000 detik (lebih singkat dari pada satu nafas). Arsitektur ini yang memungkinkan amygdala dapat merespon lebih cepat (sangat kilat) bahkan sebelum neo cortex menerima dan mengenali keseluruhan informasi yang dikirim dari thalamus.

Dari thalamus sebagian besar informasi mengalir ke neo cortex dibandingkan ke amygdala. Bagian yang mengatur aliran informasi tersebut adalah prefrontal lobes. Ketika ada suatu kejadian yang tidak diinginkan, prefrontal lobes melakukan penimbangan untung-rugi atas respon yang akan dilakukan. Pada binatang, responnya sangat terbatas, lawan atau lari. Sedangkan Pada manusia alternatif responnya bisa lebih banyak, mulai dari lawan, negosiasi, diskusi, merayu, hingga lari. Sama seperti amygdala, ketiadaan prefrontal lobes membuat individu tidak memiliki aspek emosional pada hidupnya.

Jika manusia hanya memiliki respon terbatas misalnya hilangnya rasa malu, selalu melawan walaupun salah, menyalahkan orang lain dan mengabaikan sifat-sifat kemanusiaan maka bisa dipastikan bahwa sistem otak orang tersebut mengalami kerusakan.

Peneliti: Otak Kiri dan Kanan Itu Hanya Mitos


Ketika diriset, tak ada temuan ilmiah yang bisa membuktikannya.

Ilustrasi otak kiri dan otak kanan pada manusia

Ilustrasi otak kiri dan otak kanan pada manusia(mindmaple.files.wordpress.com
VIVAnews – Selama ini diyakini karakter maupun kepribadian seseorang dipengaruhi oleh kerja otak kiri dan otak kanan. Otak kiri dipahami dominan dengan hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis, membaca maupun menganalisis.

Sementara otak kanan berperan dalam hal pengendalian emosi. Pada otak kanan, terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis, dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.

Tapi, penelitian dari ilmuwan University of Utah berkesimpulan keyakinan itu adalah omong kosong. Hanya mitos belaka.

Dilansir LiveScience, 5 September 2013, peneliti telah berkesimpulan itu setelah menganalisis lebih dari 1.000 sampel otak. Mereka tak menemukan bukti-bukti bahwa orang tertentu lebih dominan menggunakan otak kiri maupun kanan.

Sepanjang penelitian, semua responden malah menggunakan otak mereka secara bersamaan.

Menurut pemimpin studi, Dr Jeff Anderson direktur fMRI Neurosurgical Mapping Service, University of Utah, memang meyakini adanya kecenderungan orang lebih menggunakan bagian otak yang lain guna menjalankan fungsi tertentu. Kecenderungan itu disebut lateralisasi.

Tapi, menurutnya tidak berarti penulis atau orator lebih menggunakan otak kiri lebih daripada otak kanan.

Salah paham

Menurut Anderson, terdapat kesalahpahaman bahwa untuk menganalisis dilakukan pada satu bagian otak saja dan semua proses kreatif juga hanya terjadi pada sisi otak yang berlawanan.

Ia malah membantah, hal itu lebih merupakan hubungan antara semua daerah otak yang memunginkan manusia untuk terlibat dalam kreativitas dan berpikir analitis.

“Ini bukan kasus otak kiri berhubungan dengan logika sementara penalaran lebih dominan di otak kanan,” jelas Anderson. “Demikian halnya kreativitas, prosesnya tak didominasi pada otak kanan melebihi otak kiri,” tegasnya.

Tim Anderson telah melakukan pindai otak responden berusia 7 hingga 29 tahun. Peneliti memeriksa otak mereka saat beristirahat.

Peneliti menemukan aktivitas pada 7.000 bagian otak dan kemudian memeriksa koneksi saraf bagian dalam dan saraf di antara daerah tersebut.

Meski peneliti melihat kantung lalu lintas saraf berat pada daerah tertentu. Dan rata-rata, lanjut peneliti, kedua sisi otak pada dasarnya sama dalam hal jaringan saraf dan konektivitas.

“Pada beberapa orang, kami tidak melihat pola yang mana seluruh jaringan otak kiri maupun otak kanan lebih terhubung,” jelas Jared Nielsen, mahasiswa pascasarjana, yang juga terlibat pada studi itu. (umi)

 

Penipuan Aktivasi Otak Tengah: Biarkan anak anak kita berkembang secara alamiah


 

Teori Otak Tengah = Penipu?

Dr. Siska Samsura : Dokter, Penulis, Anak, Istri, Ibu yang berbahagia…Saat ini mengabdi di Puskesmas Kota Yogyakarta

Saya diundang teman saya untuk bergabung di page; Menggugat GMC Indonesia. Saya lalu browsing tentang GMC dan aktivasi otak tengah kemudian menemukan tulisan ini. Masalah kebenaran, wallahu alam. Saya sudah berkunjung ke situs Prof. Sarlito untuk memastikan–tetapi pertanyaan mengenai benarkah beliau telah menulis opini ini belum ditanggapi. Seorang sahabat mengatakan bahwa sebenarnya tulisan ini dimuat di Seputar Indonesia 19 september dan 26 september 2010 lalu ditanggapi oleh pihak2 yang pro dengan teori ini dengan cukup reaktif.

Saya memposting ulang tulisan ini dengan harapan agar kita semua mendapatkan masukan dan pembelajaran. Saya juga berharap kita tidak bertindak reaktif mengenai isu ini. Sebelumnya–jika ada yang terdzalimi dengan postingan ini, saya mohon maaf–mohon dimengerti, tujuan saya satu2nya hanya untuk berbagi dan memperkaya wawasan diri (siska samsura)

Tanggal: Selasa, 21 September, 2010, 1:05 AM

Dengan berpikir atau bertanya sedikit, setiap orang bisa tahu bahwa ini adalah penipuan. Namun orang Indonesia itu malas bertanya dan ingin yang serba instan. Termasuk kaum terpelajar dan orang berduitnya. Jadi kita gampang sekali jadi sasaran penipuan. Inilah menurut saya yang paling memprihatinkan dari maraknya kasus otak tengah ini.

Saturday, 18 September 2010

Di suasana Lebaran ini mestinya saya menulis sesuatu tentang Lebaran,tepatnya tentang bermaaf-maafan, wabil-khusus tentang psikologi maaf. Namun,draf tulisan yang sedang saya siapkan terpaksa saya sisihkan dulu saking gemasnya mengamati perkembangan pseudo-science (ilmu semu)yang sangat membahayakan akhir-akhir ini tentang otak tengah(midbrain). Mudah-mudahan artikel ini bisa menjadi bahan bacaan alternatif yang menarik di tengah tengah banjirnya (lebih parah dari banjir Pakistan) artikel dan siaran tentang Idul Fitri di hari-hari seputar Lebaran ini.

Otak tengah adalah bagian terkecil dari otak yang berfungsi sebagai relay station untuk penglihatan dan pendengaran. Dia juga mengendalikan gerak bola mata. Bagian berpigmen gelapnya yang disebut red nucleus (inti merah) dan substantia nigra juga mengatur gerak motorik anggota tubuh. Karena itu kelainan atau gangguan di otak tengah bisa menyebabkan parkinson.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan berkonsultasi dengan dokter.

Namun, yang jelas, otak tengah tidak mengurusi inteligensi, emosi, apalagi aspek-aspek kepribadian lain seperti sikap, motivasi, dan minat. Para pakar ilmu syaraf(neuroscience) Richard Haier dari Universitas California dan Irvineserta Rex Jung dari Universitas New Mexico, Amerika Serikat, menemukan bahwa inteligensi atau kecerdasan yang sering dinyatakan dalam ukuran IQ tidak terpusat pada satu bagian tertentu dari otak, melainkan merupakan hasil interaksi antar beberapa bagian dari otak.

Makin bagus kinerja antar bagian- bagian otak itu, makin tinggi tingkat kecerdasan seseorang (teori parieto-frontal integration). Di sisi lain, pusat emosi terletak di bagian lain dari otak yang dinamakan amygdala, tak ada hubungannya dengan midbrain. Sementara itu aspek kepribadian lain seperti minat dan motivasi lebih merupakan aspek sosial (bukan neurologis) dari jiwa, yang lebih gampang diamati melalui perilaku seseorang ketimbang dicari pusatnya di otak.

Sampai dengan tahun 1980-an (bahkan sampai hari ini) masih banyak yang percaya bahwa keberhasilan seseorang sangat tergantung pada IQ-nya. Makin tinggi IQ seseorang akan makin besar kemungkinannya untuk berhasil. Itulah sebabnya banyak sekolah mempersyaratkan hasil tes IQ di atas 120 untuk bisa diterima di sekolah yang bersangkutan. Namun, sejak Howard Gardner menemukan teori tentang multiple intelligence (1983) dan Daniel Goleman memublikasikan temuannya tentang Emotional Intelligence (1995), maka para pakar dan awam pun tahu bahwa peran IQ pada keberhasilan seseorang hanya sekitar 20–30% saja.

Selebihnya tergantung pada faktor-faktor kepribadian lain seperti usaha, ketekunan, konsentrasi, dedikasi, kemampuan sosial. Walaupun begitu, beberapa bulan terakhir ini, marak sekali kampanye tentang pelatihan otak tengah.

Bahkan rekan saya psikolog psikolog muda ada yang bersemangat sekali mengampanyekan otak tengah sambil mengikutsertakan anak-anak mereka kepelatihan otak tengah yang biayanya mencapai Rp3,5 juta/anak (kalau dua anak sudah Rp 7 juta, kan) hanya untuk dua hari kursus.

Hasilnya adalah bahwa anak-anak itu dalam dua hari bisa menggambar warna dengan mata tertutup. Wah, bangganya bukan main para ortu itu. Mereka pikir setelah bisa menggambar dengan mata tertutup, anak-anak mereka langsung akan jadi cerdas, bisa konsentrasi di kelas, bersikap sopan santun kepada orang tua, bersemangat belajar tinggi, percaya diri, dan sebagainya seperti yang dijanjikan oleh kursus-kursus seperti ini.

Mungkin mereka mengira bahwa dengan menginvestasikan Rp3,5 juta untuk dua hari kursus, orang tua tidak usah lagi bersusah payah menyuruh anak mereka belajar (karena mereka akan termotivasi untuk belajar sendiri), tidak usah membayar guru les lagi (karena otomatis anak akan mengerti sendiri pelajarannya), dan yang terpenting anak pasti naik kelas, malah bisa masuk peringkat. Inilah yang saya maksud dengan “berbahaya” dari tren yang sedang berkembang pesat akhir-akhir ini.

Untuk orang tua yang berduit, uang sebesar Rp3,5 juta mungkin tidak ada artinya. Namun, kasihan anaknya jika ternyata dia tidak bisa memenuhi harapan orang tuanya. Selain bisa menggambar dengan mata tertutup (sebagian hanya berpura-pura bisa dengan mengintip lewat celah penutup mata dekat hidung), ternyata dia tidak bisa apa-apa.

Konsentrasi tetap payah, motivasi tetap rendah, dan emosi tetap meledak-ledak tak terkendali. Pasalnya memang tidak ada hubungannya antara otak tengah dengan faktor faktor kepribadian itu.

Namun, orangtua sepertinya tidak mau tahu. Dia sudah membayar Rp3,5 juta dan sudah mendengarkan ceramah Dr David Ting, pakar otak tengah dari Malaysia itu.

Kata Dr Ting, anak yang sudah ikut pelatihan otak tengah bukan hanya jadi makin pintar, tetapi jadi jenius. Karena itu nama perusahaannya juga Genius Mind Corporation. Malah bukan itu saja. Menurut Dr Ting, anak yang sudah terlatih otak tengahnya bisa melihat di balik dinding, bisa melihat apa yang akan terjadi (seperti almarhumah Mama Laurenz), bahkan bisa mengobati orang sakit. Ya, itulah yang dijanjikannya dalam iklan-iklan Youtube-nya di internet. Dan dampaknya bisa dahsyat sekali karena angka KDRT pada anak bisa langsung melompat naik gara-gara banyak anak dicubiti atau dipukuli pantatnya sampai babak-belur oleh mama-mama mereka sendiril antaran tidak bisa melihat di balik tembok, meramal atau mengobati orang sakit.***

Untuk menyiapkan tulisan ini, saya sengaja menelusuri nama David Ting di Google. Ternyata ada puluhan pakar di dunia yang bernama David Ting dan David Ting yang menganjurkan otak tengah ini ternyata bukan pakar ilmu syaraf, kedokteran, biologi, atau psikologi. Dia disebutkan sebagai pakar pendidikan dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syaraf (neuroscience).

Maka saya ragu akan ilmunya. Apalagi saya hanya mendapati beberapa versi Youtube yang diulang-ulang saja, beberapa tulisan kesaksian, dan cerita-cerita yang sulit diverifikasi kebenarannya. Saya pun lanjut dengan menelusuri jurnal-jurnal ilmiah online, siapa tahu tulisan-tulisan ilmiahnya sudah banyak, tetapi saya belum pernah membacanya. Namun hasilnya juga nol.

Maka saya makin tidak percaya.

Saya yakin bahwa teori David Ting tentang otak tengah hanyalah pseudo-science atau ilmu semu karena seakan-akan ilmiah, tetapi tidak bisa diverifikasi secara ilmiah. Sama halnya dengan teori otak kanan-otak kiri yang juga ilmu semu atau astrologi atau palmistri (membaca nasib orang dengan melihat garis-garis telapak tangannya). Masalahnya, astrologi dan palmistri yang sudah kuno itu tidak merugikan siapa-siapa karena hanya dilakukan oleh yang mempercayainya atau sekadar iseng-iseng tanpa biaya dan tanpa beban apaapa. Kalau betul syukur, kalau salah yo wis.

Lain halnya dengan pelatihan otak tengah dan dulu pernah juga populer pelatihan otak kanak-otak kiri. Bahkan, saya pernah memergoki, di sebuah gedung pertemuan (kebetulan saya ke sana untuk keperluan lain), sebuah pelatihan diselenggarakan oleh sebuah instansi pemerintah yang judulnya “Meningkatkan Kecerdasan Salat”. Semuanya dijual sebagai pelatihan dengan biaya (istilah mereka“biaya investasi”) yang mahal. Ini sudah masuk ke masalah membohongi publik, sebab mana mungkin dengan satu pelatihan selama dua har iseorang anak bisa disulap menjadi jenius yang serbabisa, bahkan bisa melihat di balik dinding seperti Superman.

Lagipula, apa hubungannya antara menggambar dengan mata tertutup dengan jenius?

Einstein, Colombus, Thomas Edison, Bill Gates, Barack Obama, dan masih banyak lagi adalah kaum jenius tingkat dunia, tetapi tak satu pun bisa menggambar dengan mata tertutup.

Teori otak tengah sudah jelas penipuan. Dengan berpikir atau bertanya sedikit, setiap orang bisa tahu bahwa ini adalah penipuan.

Namun orang Indonesia itu malas bertanya dan ingin yang serba instan. Termasuk kaum terpelajar dan orang berduitnya. Jadi kita gampang sekali jadi sasaran penipuan.

Inilah menurut saya yang paling memprihatinkan dari maraknya kasus otak tengah ini.