Peringatan 1 : Tangki Cinta Anak anda Bisa Mulai Kosong


 

LoveTankPeringatan 1 : Tangki Cinta Anak anda Bisa Mulai Kosong

 

Kebanyakan orang tua yang kami ajak bicara mencintai anak-anak mereka sepenuh hati. Buktinya Anda menyediakan waktu untuk membaca buku ini, berarti Anda juga sama.

Masalahnya, walaupun orang tua mencintai anak-anak mereka, banyak yang tidak tahu cara mengungkapkan cinta mereka dengan cara yang membuat anak-anak merasa dicintai. Ingat bahwa orang tua dan anak memiliki contoh dunia mereka yang benar-benar berbeda. Apa yang kita lakukan karena cinta mungkin tidak diterima sebagai cinta sama sekali. Biasanya justru sebaliknya. Ketika orang tua memberikan nasihat kepada anak karena cinta, anak mungkin sama sekali tidak merasa dicintai. Justru dia merasa Ayahnya tidak percaya kepadanya dan ingin mengendalikan hidupnya.

Terdorong rasa cinta dan kepedulian-nya, seorang ibu memarahi anaknya karena tidak belajar. Anak itu mungkin menerimanya sebagai ketidaksukaan, bahkan kebencian dan kemarahan. Komunikasi yang menghancurkan rasa cinta ini biasanya menjadi akar permasalahan dalam hubungan kebanyakan orang tua-anak.

Apa yang Menguras Tangki Cinta Anak  Anda ?

Banyak orang tua cenderung melakukan hal-hal berikut karena cinta dan peduli. Sayangnya, semua itu justru yang menguras tangki cinta anak-anak mereka, membuat mereka merasa tidak dicintai, ditolak dan tidak diterima.

1) Membandingkan mereka dengan Saudara Kandung dan Anak Lain. Ketika kita mengatakan:

“Mengapa kamu tidak bisa menjaga kebersihan kamarmu seperti kakakmu?”

“Kenapa kamu tidak bisa menulis lebih rapi seperti orang-orang lain?” “Kenapa kamu tidak bisa lebih giat belajar seperti kakakmu?”…

Anak-anak akan merasa ditolak, tidak diterima dan tidak dicintai. Mereka akan berpikir, “Ibu lebih sayang pada kakak daripada saya. Say a tidak cukup baik untuk orang tua saya. Mereka lebih suka saya mejadi orang lain. Mereka tidak menerima diri saya apa adanya.”

2) Mengritik dan Mencari Kesalahan

Banyak orang tua berusaha mengubah perilaku anak mereka dengan terus menerus mengritik perilakunya dan memberitahu kesalahan-kesalahan mereka.

“Apa yang salah denganmu?” “Kenapa kamu tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar?”

” Mengapa kamu selalu malas?” “Masalahmu adalah tidak pernah mendengarkan!” “Lagi-lagi kamu tidak mematikan lampu! Mengapa kamu selalu begitu?”

Tentu saja pendekatan ini tidak hanya membuat anak merasa tidak dicintai dan ditolak, tetapi juga marah dan benci.

3) Kekerasan Fisik dan Verbal

Tidak perlu dikatakan lagi, kekerasan fisik seperti menampar dan memukul serta kekerasan verbal seperti menghina dan memberi label (misalnya “Kamu bodoh ya?” “Kamu memang pemalas!” “Dasar idiot!”) lebih menguras tangki cinta mereka.

 

Peringatan 2: Jika Anak-anak Merasa Tidak Dicintai dan Tidak Diterima oleh Orang Tua Mereka, Mereka akan terdorong untuk mencarinya (Penerimaan) di semua tempat yang salah.

 

Bahayanya adalah jika anak-anak merasa tidak dicintai dan tidak diterima di rumah oleh orang tua mereka, mereka akan mulai mencarinya di semua tempat yang salah. Anak-anak akan melakukan apa saja untuk merasakan cinta dan penerimaan yang mereka dambakan, walaupun membahayakan mereka. Kebutuhan untuk mengisi tangki mereka dengan cinta dan penerimaan yang mendorong anak-anak bergabung dengan geng, menjadi sasaran pengaruh negatif, memakai obat-obatan, merokok, terlibat dalam hubungan seksual sebelum menikah H mencari perhatian dengan cara yang salah.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.